BATAN Terus Tingkatkan Kualitas Layanannya Kepada Masyarakat

Rabu, 17 Okt 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) terus berupaya meningkatkan kualitas layanannya dengan meminta kritik dan masukan perbaikan dari para pengguna atau pelanggan produk litbangnya melalui forum temu pelanggan yang digelar di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan, Rabu (17/10).

Pertemuan ini memiliki arti yang penting bagi BATAN, karena selain bisa mendekatkan diri dengan para pelanggannya, juga dijadikan sebagai ajang lebih mengenalkan produk dan layanan BATAN yang selama ini kurang dipahami oleh para pelanggannya.

Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto, mengatakan, ajang temu pelanggan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk lebih mempromosikan hasil litbang BATAN. Menurutnya, BATAN perlu proaktif mendatangi calon pelanggan, bukan sekedar menuggu pelanggan datang ke BATAN.

“Semakin banyaknya pelanggan yang menggunakan produk litbang BATAN akan memperbanyak pelaku bisnis nuklir bahkan melibatkan swasta untuk melakukan kegiatan yang selama ini menjadi domain BATAN dan beberapa pelaku bisnis saja,” katanya.

Beberapa jenis layanan yang diberikan BATAN kepada pelanggannya selama ini antara lain proses iradiasi dengan reaktor, pengawetan makanan dengan iradiasi gamma, penjualan benih unggul, pengujian tak merusak di bidang industri, pengolahan limbah radioaktif, kalibrasi alat, peningkatan sumberdaya manusia melalui pelatihan, dan lain sebagainya.

“Kita harus memperbanyak mitra dan juga sekaligus kompetitor, sehingga kita terpadu untuk lebih baik lagi. Sifat monopoli nuklir oleh BATAN justru tidak membuat kita menjadi makin kreatif,” tuturnya.

Semakin banyaknya pengguna hasil litbang BATAN, maka ketersediaan SDM dengan kualitas yang memadai menjadi bagian penting yang harus diperhatikan. Meski jumlah SDM saat ini sangat cukup dari sisi kuantitas, namun dari sisi kepakaran ada yang mulai berkurang.

“Karena itu, BATAN terus berupaya melakukan kaderisasi untuk mempertahankan kepakaran di bidang tertentu,” ujarnya.

Dalam hal penyiapan SDM, BATAN melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) mempunyai layanan dalam penyiapan dan peningkatan kualitas SDM nuklir di Indonesia. Layanan penyiapan dan peningkatan kualitas SDM nuklir ini tidak hanya diperuntukkan kepada SDM BATAN saja, melainkan juga untuk SDM di luar BATAN yang terus meningkat jumlahnya.

Kepala Pusdiklat Sudi Ariyanto mengatakan, dalam melayani masyarakat terkait penyiapan dan peningkatan SDM nuklir, Pusdiklat telah menerapkan sistem manejemen yang berbasis ISO 9001:2015.

“Penerapan sistem pelatihan yang baik bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelatihan dalam penyiapan dan peningkatan kapasitas SDM nuklir. Program pelatihan disusun dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat,” ujar Sudi.

Layanan pelatihan SDM akan memiliki kualitas yang baik bila didukung oleh SDM pengajar yang berkualitas juga. Untuk itulah, menurut Sudi, pihaknya terus meningkatkan kompetensi para pengajarnya dengan menjalin kerja sama baik dengan pihak dalam maupun luar negeri.

Selain itu, upaya peningkatan kualitas pelatihan juga dilakukan dengan membuat inovasi yakni dengan memanfaatkan teknologi informasi. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah dengan memanfaatkan sistem informasi berbasis online untuk mempermudah proses administrasi dalam pelatihan.

Peningkatan kualitas layanan juga dilakukan pada metode pengajarannya yakni dengan mengembangkan metode Learning Innovation on Nuclear (Lion). Dengan metode ini diharapkan para peserta pelatihan dapat dengan mudah mengikuti pola pembelajaran.

“Pusdiklat BATAN turut berperan aktif dalam penyiapan SDM nuklir yang kompeten untuk menyongsong industri nuklir di Indonesia. Pusdiklat juga dapat memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan dalam pengembangan kompetensi di bidang kenukliran,” pungkas Sudi. (tety)