Komunitas KitaUntukLombok Galang Dana 1000 Paket Pendidikan Untuk Korban Gempa Lombok

Sabtu, 3 Nov 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Sudah hampir dua bulan sejak bencana gempa bumi berskala 7.0 SR yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat. Meski begitu, kondisi terakhir Lombok belum pulih dan masih membutuhkan banyak perbaikan.

Salah satu hal yang paling mendesak adalah pemulihan di sektor pendidikan. Menteri Pendidikan Nasional Muhadjir Effendi menyebutkan gempa bumi di Lombok menyebabkan kerusakan terhadap paling tidak 534 sekolah dari tingkat SD hingga SMA.

Sebagai upaya revitalisasi gempa bumi Lombok, khususnya di bidang pendidikan, Komunitas KitaUntukLombok melakukan inisiatif menggalang dana untuk menyediakan seragam dan alat-alat sekolah baru untuk anak-anak korban gempa Lombok.

Bersama Dinas Pendidikan Lombok Utara dan para relawan, pendiri komunitas KitaUntukLombok telah menyerahkan secara langsung paket donasi ke beberapa sekolah di area Lombok Barat dan Lombok Utara.

Kylie Cathleen Situmorang, pendiri Komunitas KitaUntukLombok mengungkapkan inisitif ini sebagai bentuk empati terhadap korban gempa bumi Lombok. Sebagai seorang pelajar, ia sangat memahami kehilangan kesempatan untuk belajar menjadi pukulan besar bagi siapapun.

“Itulah yang membulatkan tekad saya saat membentuk komunitas ini dengan tujuan agar dapat membantu anak-anak Lombok untuk tetap mendapatkan edukasi lebih baik paska gempa, dengan memberikan seragam dan peralatan sekolah baru sehingga mereka tidak kehilangan semangat untuk mengejar cita-citanya,” ungkapnya, di Jakarta, dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (2/11).

Selama dua hari berada di Lombok, Komunitas KitaUntukLombok melihat langsung kondisi terakhir beberapa desa di kawasan Lombok Utara, dan Lombok Barat. Hampir seluruh bangunan rumah, sekolah, posyandu, puskesmas, masjid masih dalam kondisi hancur dan rusak berat.

Sampai sekarang, banyak anak korban gempa Lombok yang terpaksa belajar di bawah tenda-tenda darurat dan harus saling bergantian dengan kelas lainnya, sehingga proses belajar mengajar menjadi tidak kondusif.

β€œIni memang proyek pertama dari Komunitas KitaUntukLombok, tetapi harapan kami program ini tidak berhenti sampai di sini. Seterusnya, misi Komunitas KitaUntukLombok akan berfokus di bidang pendidikan sehingga dapat mendukung dan membantu setiap anak-anak yang membutuhkan untuk mendapatkan akses belajar yang lebih baik lagi dimanapun mereka berada,” tandas Kylie.

Kepala Dinas Pendidikan Lombok Utara Fauzan, menegaskan, meski dalam kondisi bagaimanapun pendidikan harus tetap berjalan, karena tidak mungkin anak-anak kita biarkan masa depannya hancur karena musibah. Pihaknya sendiri sudah mendirikan kelas-kelas darurat sekitar 1.700 yang tersebar di beberapa desa.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para relawan Komunitas KitaUntukLombok karena ikut membantu pemulihan pada bidang pendidikan, khususnya di daerah Lombok Utara yang memiliki hampir 42,000 siswa aktif,” tegasnya. (tety)