Hidrasi Sehat Menunjang Kualitas Hidup

Kamis, 8 Nov 2018

JAKARTA (Pos Sore) — Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Danone Research, hidrasi sehat menunjang kualitas hidup dengan mendukung fungsi kognitif seperti konsentrasi dan fungsi visual serta menurunkan risiko terhadap penyakit tidak menular seperti diabetes, batu ginjal dan lainnya.

Begitu pentingnya hidrasi sehat mendorong Indonesian Hydration Working Group (IHWG) — salah satu kelompok kerja ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), menyelenggarakan The 2nd Indonesian Hydration & Health Conference (IH2C).

Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang manfaat air dan hidrasi sehat, berdasarkan kajian ilmiah terkini. Acara yang didukung PT. Tirta Investama (Danone-AQUA), ini rangkaian IHWG Week pada 6-8 November 2018.

Secara definisi, hidrasi sehat adalah kecukupan volume air dalam tubuh yang disesuaikan antara kebutuhan dan karakteristik cairan (kimia/fisik/biologi), sehingga tidak menimbulkan gangguan kesehatan.

Karena itu, salah satu yang menjadi bahasan dalam konferensi ini adalah kebiasaan masyarakat Indonesia dalam memenuhi cairan tubuhnya.

Dalam publikasi Liq.in 7 (European Journal of Nutrition) tahun 2018 menunjukkan sebanyak 78% anak-anak, 79% remaja, 72% dewasa dari total 3644 partisipan telah tercukupi kebutuhannya cairannya. Dalam pemenuhan cairan tersebut, air putih adalah kontributor total asupan cairan untuk seluruh umur (76-81%).

Namun, masyarakat Indonesia masih tinggi dalam mengkonsumsi minuman bergula yang ditunjukkan sebanyak 24% anak, 41% remaja, dan 33% dewasa mengonsumsi ≥ 1 porsi (250mL) minuman bergula per hari.

Professor di bidang Nutrisi dari Arizona State University, AS, Prof Stavros A. Kavouras mengatakan hasil penelitian Liq.in 7 tersebut memperlihatkan masyarakat Indonesia sudah memiliki kesadaran dalam memenuhi hidrasi sehat.

“Total asupan cairan masyarakat Indonesia sudah meningkat, tetapi hal tersebut diiringi juga dengan peningkatan asupan minuman bergula. Asupan minuman bergula yang berlebihan dapat secara signifikan meningkatkan risiko obesitas, diabetes mellitus dan dapat menyebabkan penyakit lain seperti ginjal,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Departemen Medical Physiology di Toulouse School of Medicine, Paul Sabatier France University, Prof Ivan Tack, mengatakan, kebiasaan minum air yang sehat dapat menjaga kesehatan ginjal.

“Minum air paling sedikit 2 liter atau 8 gelas bagi orang dewasa dapat membantu mencegah penyakit batu ginjal, infeksi kandung kemih dan dapat membatasi perkembangan dari penyakit ginjal akut,” ujarnya.

Ketua IHWG, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K), MPH, mengatakan kesadaran masyarakat di Indonesia terhadap pentingnya minum air masih sangat dipengaruhi oleh letak geografis dan status sosioekonomi, dan juga tersedianya akses air minum yang aman.

“Karena itu intervensi pada anak sejak awal untuk berperilaku yang benar tentang hidrasi sangat dibutuhkan, agar di masa mendatang mereka akan terus melakukan kebiasaan baik ini, untuk mengurangi risiko dampak negatif yang timbul akibat kurangnya pemenuhan hidrasi yang sehat,” katanya.

Hydration Science Director PT. Tirta Investama (Danone-AQUA), Dr. Tria Rosemiarti mengatakan, Danone-AQUA berkomitmen, bersama dengan IHWG dan Universitas Indonesia, dan mengajak pula beberapa universitas lain di Indonesia untuk membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebiasaan minum air yang sehat di Indonesia.

Salah satunya, melalui kerja sama dalam program AMIR (Ayo Minum Air), yang didukung Kementerian Kesehatan, dan diselenggarakan di berbagai kota di seluruh Indonesia.

“Kami berharap konferensi IH2C dan program AMIR ini akan menciptakan dampak positif untuk mendorong kebiasaan minum air yang sehat, terutama pada anak-anak, dan tentunya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” katanya. (tety)