Perempuan Johar Baru Siap Wujudkan Program Three End

JAKARTA (Pos Sore) — Perempuan Johar Baru siap ‘berperang’ dan menjadi garda terdepan untuk memerangi konflik berkepanjangan di salah satu sudut ibu kota Jakarta. Mereka bertekad menjadikan Johar Baru lebih baik, sehat, bebas narkoba, bebas tawuran, bebas bulliing dan pelecehan seksual serta ekonomi maupun kesejahteraan keluargapun meningkat berkelanjutan.

Tekad bulat itu termotivasi setelah mendapat edukasi, pendidikan dan pelatihan serta advokasi kepada para perempuan dan anak di lingkungan kecamatan Johar Baru oleh Forum Komunikasi Nasional Partisipasi Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Forkomnas PM-PPPA) bidang Ketahanan Keluarga.

“Bermula dari beban hidup masyarakat terutama anak-anak dan remaja yang sangat berat lantaran semakin sempitnya ruang untuk bergerak, bermain dan menyampaikan asprisiasi,” kata Jurika Fratiwi, Ketua Bidang Ketahanan Keluarga Forum Komunikasi Nasional Partisipasi Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Forkomnas PM-PPPA).

Para remaja tersebut tergoda untuk selalu eksis dengan nongkrong di bibir-bibir gang saling menunjukkan kehebatan kelompok. Aksi yang bisa menjadi pemicu pertengkaran antar geng yang sering kali berujung tawuran berkepanjangan.

Hasil Badan Pusat Stastik (BPS) menyebutkan, terdapat 12 lokasi kumuh di empat kelurahan di Kecamatan Johat Baru, yang sudah mengakar bertahun-tahun. Belum lagi tingginya peredaran narkoba. Dan, Johar Baru termasuk salah salah pusaran peredaran Narkoba tertinggi di tanah air.

Tingginya angka pengedar narkoba juga pengaruh dari kesulitan ekonomi karena sulitnya mereka mendapat pekerjaan. Johar Baru yang juga sering disebut kampung narkoba serta tawuran warga yang sering terjadi bisa dalam satu hari kadang-kadang mencapai 3 kali, menurut kisah beberapa warga yang menyampaikan keluhannya.

Dampak padatnya jumlah penduduk dan sempitnya ruang gerak mempengaruhi perilaku dan gaya hidup masyarakat terutama di perkotaan. Kondisi udara kurang yang sehat akibat berbagai polusi termasuk kepadatan rumah membuat pemuda/remaja dan anak tidak betah berlama-lama di dalam rumah yang kuang nyaman dan sering kali sirkulasi udara pun kurang layak.

“Akhirnya mereka mencari alternatif, tempat yang lebih nyaman menurut ukuran mereka seperti pinggir jalan, taman atau ruang terbuka lainnya,” kata Jurika di sela kegiatan bertajuk ‘Sinergi Three End, Usaha Meningkatkan Keluarga Mandiri Sejahter & Hidup Sehat Bebas Narkoba Untuk Ketahanan Keluarga Dengan Berkoperasi dan Menjadikan Sampah Bernilai Ekonomis Secara Swakelola, di RPTRA Johar Baru, Jumat (24/11).

Kegiatan yang dihadiri lebih dari 100 warga Johar Baru yang sebagian kaum perempuan itu, disampaikan sinergi Three End (3END). Yaitu akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan orang, dan akhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan.

Program ini bersinergi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Koperasi dan UKM, Pusdiklat Koperasi Provinsi DKI, Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat.

“Kegiatan ini ke depan hendaknya menjadi prioritas Pemerintah, Pemda, BUMN dan steakholder serta organisasi yang peduli terhadap perempuan dan anak agar SDM Indonesia siap memenangi persaingan global,” harapnya.

(tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!