6 C
New York
01/04/2020
Aktual Kesra

Saraswati Learning Center Rayakan Hari Down Syndrome Sedunia

JAKARTA (Pos Sore) — Saraswati Learning Center (SLC) merayakan hari Down Syndrome Sedunia dengan mengangkat tema ‘Life is Blessing’. Dalam perayaan ini SLC meluncurkan lagu musik yang didedikasikan untuk anak-anak Down Syndrome.

“Ini tentang inspirasi bahwa “hidup adalah berkah”. Karenanya, kita jangan pernah menyerah karena kita semua di sini karena suatu alasan dan alasan itu adalah anak-anak kita,” kata Reshma wijaya, pendiri SLC, Kamis (22/3), di Jakarta.

Hari Down Syndrome Sedunia diperingati setiap 21 Maret setiap tahunnya untuk mengedukasi masyarakat bahwa anak dengan Down Syndrome memiliki keistimewaan.

Banyak dari mereka yang kini tumbuh membanggakan di berbagai bidang. Sayangnya edukasi ini masih kurang dipahami masyarakat, sehingga anak Dowm Syndrome masih mendapatkan perlakuan yang berbeda.

“Semangat Hari Down Syndrome Sedunia ini mengajak masyarakat untuk merangkul anak-anak Down Syndrome dengan cinta dan kasih,” katanya.

Dirinya percaya semua individu dengan kemampuan berbeda dapat memainkan peran dalam komunitas. Putrinya, Cheryl, menjadi inspirasi terbesarnya karena ternyata saat ia melahirkan putrinya, dari wajah putrinya ia bisa mengetahui sang anak mengalami Down Syndrome.

Ia mengungkapkan, dokter tidak dapat mendiagnosis dan menyelesaikannya. Dia pun memutuskan untuk mengambil tindakan dan pergi ke Singapura untuk mencari bantuan. Akhirnya dokter di Singapura membimbingnya melalui tes darah.

“Dan, ya ternyata positif, Cheryl memang memilikinya kromosom ekstra di nomor 21. Dengan kata lain trisomi 21,” ungkapnya. Ia dan suami lalu saling berkoordinasi, mendidik, dan menerima program intervensi dini (fasilitas yang tidak tersedia di Jakarta).

Menangani anak down syndrome diakuinya amat melelahkan dan seperti naik roller coaster. Terkadang dan terkadang turun, tidak peduli apa yang harus dia pegang erat agar dia tidak jatuh. Apalagi informasi mengenai down syndrome masih amat minim.

Ada saatnya dia kehilangan cengkeramannya dan ‘hampir jatuh’ tetapi suami dan keluarganya mendukungnya. Dukungan keluarga selalu penting karena kata-kata positif yang datang dari keluarga membantu kita untuk terus maju!

Putrinya tumbuh lebih lambat dari anak-anak lain seusianya. Pada 11 bulan dia belajar duduk, pada 22 bulan dia baru saja mulai berjalan dan 26 bulan dia mulai mengucapkan beberapa patah kata.

Setiap hari dia bangun, lakukan latihan intervensi awal untuk memastikan Cheryl tidak akan memiliki keterlambatan lebih lanjut dalam perkembangannya tonggak sejarah.

Reshma akhirnya memutuskan untuk membuka
Saraswati Learning Center, sekolah yang dikhususkan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Dengan visi yang setiap kebutuhan khusus individu berhak mendapatkan layanan pendidikan dan terapi yang tepat, dengan fokus pada kemampuan dan bukan kecacatan.

“Ketika kita melahirkan anak-anak kita, kita selalu mengatakannya mereka adalah hidup kita, tanpa mereka apa yang akan kita lakukan? Oleh karena itu merangkul kehidupan itu adalah hadiah dari Tuhan,” tuturnya.

Sekali Anda merangkul, Anda akan melihat betapa indahnya itu dan hidup hanya akan mengajarkan Anda cinta. Cinta itu menjadi milikmu inspirasi dan Anda akan melihat bagaimana cinta akan memberi Anda kekuatan untuk melewati banyak rintangan.

Sudah lebih dari 135 orang dengan kemampuan berbeda yang sudah terbantukan di sekolah ini dan mampu berkembang sesuai harapan.

“Kita semua istimewa dengan cara kita sendiri. Mari kita menghormati dan merangkul perbedaan-perbedaan kita, hanya dengan begitu kita bisa menerima semua perbedaan lain dalam agama, standar hidup, penampilan dan kemampuan yang mengarah ke visi Bhineka Tunggal Eka dan Jakarta inklusif,” tandasnya.

Dalam peringatan Hari Down Syndrome Sedunia ini, SLC memamerkan kemampuan anak-anak melalui kinerja yang indah dan berakhir dengan peluncuran lagu. Penyanyi Nitya, Kim, Arnov, Willy dan sutradara musik Surya semuanya hadir. Nitya bernyanyi dan berinteraksi dengan anak-anak dengan indah.

Banyaknya pengunjung yang hadir di moment ini menunjukkan kepedulian terhadap Down Syndrome cukup besar. Walikota Jakarta Pusat Shintya Ayuningrum, pengusaha sukses Dewi Motik Pramono, Founder Women Leading Change Indonesia Ayla Dewi Anggraeni, Sekretariat Dekranasda Anna Setyaningshi, dan Camat Cempaka Putih Timur Andri Ferdian, juga hadir dalam moment yang penuh kebahagiaan ini. (tety)

Related posts

Mafia Tanah Libatkan Oknum Pemerintahan Diamankan

Tety Polmasari

Depresi: Pentingnya Dukunganmu

Tety Polmasari

Stasiun Klender Terbakar Diduga Akibat Korsleting Listrik

Tety Polmasari

Leave a Comment