Gunakan Teknologi Cocoon Beras Bulog Tahan Lebih Lama dan Berkualitas

POS SORE – Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) terus melakukan terobosan tentang bagaimana melakukan penyimpanan beras agar tahan lebih lama dari cara simpan yang biasa dilakukan selama ini.

Menurut, Kabag Humas Perum Bulog, Deninys, Rabu (14/8) pagi Bulog Subdivre Surakarta Jawa Tengah melakukan pembukaan sungkup cocoon atas 180 ton beras yg telah dibeli oleh Perum Bulog tahun lalu.

“Ya ini merupakan metode penyimpanan terbaru dari Perum Bulog. Teknologi cocoon ini sebagai bagian dari penugasan untuk menjaga jumlah stok beras yang aman bagi negeri ini,” kata Dennys di Gudang Duyungan Surakarta, Rabu (14/8).

Menurut Dennys sebagai penjaga ketahanan pangan, Bulog dituntut terus melakukan inovasi untuk menyediakan pasokan pangan dengan lebih mengutamakan pengadaan dalam negeri, menjaga stok tertentu dengan harga terjangkau dan stabil.

Cocoon sendiri jelas Dennys berbentuk bahan semacam plastik yang akan menyungkup beras guna menjaga kualitasnya hingga waktu tertentu. Metode penyimpanan dengan cocoon ini merupakan bisa juga untuk menyimpan biji-bijian dengan tetap menjaga kadar CO2 pada titik tertentu dan meminimalisir oksigen.

“Dengan kontrol CO2 dan oksigen yang minimal tidak lagi ada kesempatan bagi hama untuk hidup dan mengganggu atau menurunkan mutu beras,” kata Dennys.

Dikatakan, penyimpanan dengan cocoon ini adalah penyimpanan yang ramah lingkungan karena tidak ada lagi perlakuan-perlakuan perawatan dengan menggunakan obat-obatan berbahan kimiawi.

Berbeda dengan penyimpanan konvensional yang perlu perlakuan spraying dan fumigasi dengan bahan kimia, maka selama tersimpan dalam sungkup plastik cocoon, tidak diperlukan lagi perlakuan tersebut. Dengan demikian Bulog dapat menghemat pemgeluaran biaya perawatan beras secara signifikan

Secara terpisah, Direktur Operasional & Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh mengungkapjkan hasil penyimpanan dengan metode cocoon di Gudang Duyungan selama setahun terbukti hasilnuya sangat baik. Saat dibuka terlihat kualitas beras masih seperti saat beras pertama kali disimpa. Tidak ada perubahan kualitas baik dari sisi warna, bau, dan penampakannya.

Hama-hama yang biasanya muncul pada bulan kedua atau ketiga saat penyimpanan, terlihat tidak bisa melakukan perkembangbiakan dan bahkan mati. “Jumlah hama yang mati pun, relatif sedikit sekali dan terkumpul dalam setiap pojok sungkup. Sementara kemasan karung pembungkus masih nampak bagus dan rapi seperti semula saat dimasukkan dalam sungkup cocoon, ” tutur Tri Wahyudi. (emf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!