Sektor Kesehatan di Era Revolusi Industri 4.0 Butuh Inovasi Teknologi

TANGERANG (Pos Sore) — Ketua Umum Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF), Dr. dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS mengatakan, era revolusi industri 4.0 melalui big data, artificial intelligence, ‘robotics’ dan internet of things memberikan tantangan nyata yang tidak mudah di sektor kesehatan sehingga butuh inovasi teknologi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan.

“Digitalisasi sudah masuk ke seluruh lini kehidupan masyarakat. Tentunya untuk sektor pelayanan kesehatan yang lebih baik kita perlu berbagai macam inovasi kesehatan dengan suntikan teknologi terbaik,” ungkap Supriyanto saat konferensi pers di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (9/11).

Ia mengemukakan hal itu di sela acara Grand final IndoHCF Innovation Awards III-2019, di ICE BSD Tangerang, Sabtu (9/11) bersamaan dengan perayaan Hari Kesehatan Nasional. Hadir dalam acara tersebut, Menteri Kesehatan dr Terawan, Menteri Kesehatan Periode 2012 – 2014 dr Nafsiah Mboi SpA MPH, Presiden PT IDS Medical Systems Indonesia Rufi Susanto.

Menurut dia, pesatnya perkembangan inovasi di bidang kesehatan akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk kesehatan asal luar negeri, mulai dari peralatan di rumah sakit hingga obat-obatan yang dikonsumsi masyarakat. Dengan demikian layanan kesehatan masyarakat pun dapat diperoleh dengan mudah dan murah serta penanganan pasien lebih berkualitas.

“IndoHCF berkomitmen penuh untuk terus mendorong inovasi layanan kesehatan. IndoHCF Innovation Awards sendiri, diadakan sebagai bagian sumbangsih dari IndoHCF untuk ikut mendukung perkembangan dunia kesehatan di Indonesia, khususnya dalam pelaksanaan program pemerintah dan inovasi oleh anak bangsa,” katanya.

Adanya sejumlah inovasi yang muncul dapat mempermudah masyarakat mendapatkan informasi maupun akses layanan kesehatan dengan mudah dan cepat di seluruh pelosok negeri. Supriyanto juga berharap, keterlibatan HaloDoc dalam IndoHCF Innovation Awards kali ini dapat lebih mengembangkan dan memperbesar gaung hasil inovasi yang telah dilakukan.

“Mudah-mudahan di tahun-tahun yang akan datang semakin banyak perusahaan atau intansi lain yang membantu pengembangan lebih lanjut dari sisi pendanaan sehingga inovasi ini semakin berkembang dan memberi manfaat besar bagi dunia kesehatan Indonesia,” imbuhnya.

“Ini sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo yakni Indonesia yang lebih mandiri. Semoga dengan IndoHCF Innovation Awards ini dapat semakin memacu para SDM sektor kesehatan untuk menciptakan berbagai inovasi kesehatan sehingga kualitas kesehatan masyarakat Indonesia semakin meningkat,” tambah dia.

Sementara itu, CEO Aplikasi kesehatan online HaloDoc, Jonathan Sudharta mengatakan, keterlibatan Halodoc pada event ini bentuk dukungan Halodoc untuk Indonesia yang lebih sehat melalui pemanfaatan teknologi. Sebagai mitra IndoHCF Innovation Award 2019, HaloDoc juga menggandeng beberapa investor untuk dipertemukan dengan peserta IndoHCF, khususnya untuk kategori Inovasi ICT Kesehatan, sub kategori Potential Newbie.

Menurut Jonathan, apa yang dilakukan IndoHCF ini merupakan gagasan yang brilian karena berupaya mengkanalisasi para inovator dalam sebuah ajang bergengsi.

“Secara pribadi saya sangat apresasi. Karena saya percaya semakin banyak anak bangsa yang memberikan sumbangsihnya melalui pemanfaatan teknologi terutama pada sektor kesehatan, yakin akan membawa Bangsa Indonesia menjadi semakin maju dan sehat karena akhirnya banyak masyarakat yang dimudahkan akses kesehatannya,” tandasnya. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!