Menkop UKM Desain Konsep Baru Smesco Indonesia

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, meminta masukan dari insan-insan muda kreatif terkait optimasi Smesco Indonesia yang dikemas dalam FGD Optimasi Konsep & Program SMESCO 2019, di gedung Smesco Indonesia, Jumat (15/11/2019).

Masukan ini dinilai sangat perlu dan penting karena Kementerian Koperasi dan UKM akan meredesain format Smesco Indonesia yang lebih “beradab”. Yang benar-benar bisa menjadi pusat peradaban baru bagi produk UKM.

Teten menyadari, saat ini Smesco Indonesia yang menyediakan paviliun dari seluruh Provinsi yang ada di Indonesia masih belum maksimal dimanfaatkan. Maka tak heran jika pengunjung di Smesco Indonesia pada hari-hari biasa terlihat sepi. Padahal produk-produk UKM yang dijajakan dalam paviliun ini sangat berkualitas.

“Smesco harus diredesain agar produk UKM mampu masuk pada global value chain, dengan begitu daya saing produk UKM ini bisa betul-betul bersaing di pasar domestik atau pasar luar negeri,” kata Teten, usai FGD, di Co Working Space, Smesco Indonesia.

Dengan optimasi ini Smesco Indonesia benar-benar menjadi tempat memasarkan produk UKM yang diminati pasar domestik dan luar negeri. Untuk memenuhi pencapaian ini, manajemen dan pengelolaannya, diamanatkan pada Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) — Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kemenkop dan UKM.

Kemenkop dan UKM juga akan menggandeng mitra-mitra yang kompeten agar nantinya Smesco Indonesia sesuai seperti yang diharapkan. Teten mengaku tengah meminta masukan dari para pelaku dan pemerhati UKM yang sudah berpengalaman agar konsep one stop service tersebut bisa benar-benar dapat diaplikasikan dalam waktu dekat.

“Saya sengaja minta masukan dari penggerak ekonomi sektor UKM karena mereka yang lebih tahu. Kalau nanti sudah terbentuk saya yakin akan mengubah aktivitas di Smesco. Kita akan coba dirumuskan ulang agar bisa dioptimalkan,” sambung Teten.

Dengan konsep one stop service yang akan diusungnya nanti diharapkan Smesco Indonesia bisa menjadi tempat berkumpul atau tujuan wisata belanja bagi masyarakat khususnya mereka belanja produk-produk unggulan UKM dari berbagai wilayah di Indonesia. Akan ada spot-spot khusus yang bisa menjadi pilihan bagi pengunjung selama berbelanja produk UKM di Smesco Indonesia.

“Ini akan jadi tempat pusat konsultasi dari hulu ke hilir (bagi pelaku UKM), retail gallery sudah ada tapi nanti juga ada (spot) untuk akurasi produk sehingga bisa memberikan penguatan pada brand lokal. Kami punya ambisi Smesco menjadi pusat peradaban baru UKM,” katanya.

Terkait dengan pembiayaan bagi penguatan SDM pelaku UKM, Teten menegaskan, sudah ada skim-skim khusus yang bisa diakses oleh pelaku usaha. Seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), akses permodalan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) serta skema lainnya.

“Dipastikan pemerintah akan terus fokus untuk mengupayakan agar semakin banyak UKM yang naik kelas dengan memanfaatkan program pemasaran atau pembiayaan yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Pembiayaan sudah disiapkan dengan berbagai skema, yang pasti Smesco ini akan jadi pusat one stop services bagi UKM, nanti di sini sebagai tempat belajar, sharing eksperimen dan lainnya,” tandas Teten.

Dalam kesempatan yang sama, Founder Rumah Kolaborasi The Local Enebler, Dwi Purnomo, menilai, Smesco Indonesia sangat potensial untuk dijadikan trade center dan pemenuhan life style. Hanya memang perlu sentuhan para kreatif untuk mengisi konten-konten kreatif pada Smesco.

Sementara itu Co-Founder LINGKARAN, Ananda Marissa, menyatakan sebagai platform start up di bidang edukasi non formal untuk pengembangan entrepreneurship, pihaknya siap mendukung progam redesain Smesco Indonesia. Konsepnya dengan menyediakan satu wadah untuk pengembangan UKM melalui capacity building sesuai kurikulum yang sudah disiapkan dan siap diimplementasikan.

“Jadi usaha skala besar bisa mengedukasi skala menengah untuk bisa naik kelas menjadi usaha skala besar, usaha skala menengah mengedukasu skala usaha kecil agar bisa naik kelas menjadi usaha kelas menengah, begitu juga usaha skala kecil mengedukasi skala mikro agar bisa naik kelas menjadi skala kecil,” tuturnya. (tety)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share this product!