12.1 C
New York
25/02/2020
Aktual Internasional

Holland Scholarship Day ke-7: Mencari Opsi Beasiswa untuk Studi di Belanda

JAKARTA (Pos Sore) — Nuffic Neso Indonesia kembali menyelenggarakan acara tahunan Holland Scholarship Day untuk yang ke-7 kalinya, di Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda, Jakarta, Sabtu (18/1/2020). Sekitar 900 pengunjung memadati acara ini.

Acara ini menyediakan informasi paling lengkap dan konsultasi langsung tentang berbagai opsi beasiswa untuk studi ke Belanda. Sebanyak 17 perwakilan universitas Belanda (universitas riset dan universitas ilmu terapan) ikut serta untuk memberikan kesempatan para calon pelamar mendapatkan informasi dan berkonsultasi langsung.

Para alumni Belanda juga membuat acara ini lebih bermakna dengan berbagi tips dan kiat-kiat mendapatkan beasiswa dalam sebuah talkshow dengan tema “Behind the Scene of Scholarship Applications”. Beberapa workshop seperti penulisan motivation statement dan tes IELTS juga diadakan dan membuat acara ini secara ke seluruhan menjadi one stop shopping bagi para pencari beasiswa.

Ternyata cukup banyak pilihan bagi pencari beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke negeri Kincir Angin itu. Beasiswa tersebut berasal dari berbagai sumber pendanaan baik dari pihak Belanda maupun Indonesia. Skemanya pun beragam.

LPDP dan program 5000 Doktor dari Kementerian Agama adalah beberapa beasiswa yang didanai oleh pemerintah Indonesia, sementara StuNed dan Orange Knowledge Program (OKP) adalah beasiswa penuh dari pemerintah Belanda yang diperuntukkan bagi masyarakat Indonesia.

Selain itu, banyak juga beasiswa parsial seperti Orange Tulip Scholarship dan Holland Scholarhship. Karenanya, peluang ini harus dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk semua yang ingin menempuh studi lanjutan di Belanda.

Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, mengungkapkan, Nuffic Neso Indonesia juga membuka peluang kerjasama dalam bentuk co-funding beasiswa bagi organisasi di Indonesia baik dari pemerintahan ataupun swasta yang diperuntukkan bagi staf organisasi tersebut.

Skema ini bukan saja untuk optimalisasi dana beasiswa namun juga untuk menghasilkan dampak yang segera dapat dirasakan oleh organisasi tempat para penerima beasiswa berasal. Karenanya, ia berharap agar kerjasama co-funding ini dapat dikembangkan lebih luas lagi.

Indy Hardono, Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, dalam paparannya yang berjudul Scholarship: The Winning Strategy, menjelaskan, pentingnya calon pelamar beasiswa mendapatkan informasi yang lengkap dan komprehensif dari sumber yang terpercaya.

Para calon pelamar perlu memahami jika sekedar memenuhi persyaratan saja tidak lah cukup. Banyak hal yang menjadi kunci keberhasilan untuk mendapatkan beasiswa di antaranya pemahaman tentang persyaratan dan kriteria dan tentang latar belakang serta tujuan dari setiap beasiswa.

Indy juga menekankan faktor-faktor penyebab kegagalan beasiswa, terutama disebabkan oleh ketidaksiapan dan kekurang seriusan calon pelamar. Karena persiapan matang dan motivasi kuat menjadi kunci keberhasilan mendapatkan beasiswa idaman. (tety)

Related posts

Kemenko PMK: Tak Benar Anggaran Web Revolusi Mental Rp140 Miliar

Tety Polmasari

SDA Laporkan Romi dan Imron ke Bareskrim

Tety Polmasari

Sentani Bangkit Pasca Banjir Bandang

hasyim husein

Leave a Comment