1.6 C
New York
29/02/2020
Gaya Hidup Olahraga

Jadi Pemenang, BOOM Esports dan Victim Rise Wakili Indonesia di Grand Final APPL 2020 Manila

JAKARTA (Pos Sore) — Perhelatan Final Indonesia “Asia Predator League 2020” di Grand Atrium Mall Kota Kasablanka, Jakarta, akhirnya tuntas juga, pada puncaknya, Sabtu (19/1/2020) malam. Dari pertandingan yang diikuti 16 tim PUBG dan 8 tim DOTA 2, siapa kira-kira yang memenangkannya?

Ada 17 negara yang mengikuti final turnamen esports berskala internasional yang membawa konvergensi harmonis antara dunia olahraga, pendidikan, dan digitalisasi, itu. Apakah dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Taiwan, Filipina, Singapore, Hong Kong, Macau, India, Australia, Korea, Sri Lanka, Jepang, Myanmar, Bangladesh, atau Mongolia?

Setelah melalui pertarungan yang cukup sengit dan seru, serta melalui persaingan ketat di online qualifier melawan tim-tim terbaik di Indonesia, turnamen yang diprakarsai Acer itu akhirnya dimenangkan oleh BOOM Esports untuk Dota 2 dan Victim Rise untuk PUBG. Keduanya berhak atas hadiah senilai 50 juta rupiah.

Tak hanya itu. Para pemenang juga berhak mewakili Indonesia melanjutkan perjuangan untuk membawa pulang Predator Shield di Grand Final Asia Pacific Predator League (APPL) 2020, di Manila, Filipina, pada 22 – 23 Februari 2020.

Di Grand Final, BOOM Esports dan Victim Rise akan beradu strategi dengan tim lainnya dari 17 negara Asia Pasifik untuk memperebutkan gelar juara dengan total prizepool USD 400.000 atau senilai Rp 6 miliar. Fantastis!

BOOM Esports yang dipimpin oleh Khezcute dan beranggotakan Dreamocel, Mikoto, Fbz, dan Hyde berhasil mengalahkan PG.BarracX dalam pertandingan final Dota 2 dengan skor 4:3. Persiapan strategi, konsistensi dan kerjasama yang solid menjadi penentu kesuksesan BOOM Esports, mengungguli PG.BarracX, di posisi runner-up.

Sedangkan Victim Rise yang dipimpin C1moy bersama Tantruum, Kamalz, dan Chibiritt, menjadi juara PUBG setelah perjuangan keras mereka melawan Victim Reality di babak final yang ditentukan lewat 6 match. Victim Rise mampu mengungguli poin Victim Reality, dengan 91 poin setelah meraih 3 placement dan 49 kills melawan Victim Reality yang belum sempat mendapatkan placement dan 31 kills.

“Selamat kepada BOOM Esports dan Victim Rise. Kami bangga bisa mengumumkan kedua pemenang di Final Indonesia Asia Pacific Predator League 2020 ini. Kami optimis industri esport akan terus tumbuh. Acer bersama dengan rangkaian produk Predator dan lainnya akan terus mendukung munculnya bakat muda esport,” kata Herbet Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia.

Predator League sendiri akan terus berinovasi seperti yang dilakukan di tahun ini dengan menghadirkan konvergensi harmonis antara dunia olahraga, pendidikan, dan digitalisasi. “Kami yakin kedua tim ini mampu memberikan performa terbaik pada Grand Final di Manila dan muncul sebagai pemenang serta membawa pulang Predator Shield,” ujarnya.

Turnamen ini juga mendapatkan dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Asosiasi Video Game Indonesia (AVGI), dan BRI Institute yang memberikan beasiswa untuk perkuliahan tingkat sarjana bagi tim pemenang 1 sampai 4 Indonesia Predator League 2020. Pemberian beasiswa bertujuan untuk memfasilitasi gamers dalam mempersiapkan jenjang karir profesional mereka melalui jalur pendidikan.

Perkembangan ESport dan pertumbuhan gamers di Indonesia menurut Herbert akan terus dilakukan di Indonesia, Terobosan dan inovasi yang dilakukan Predator League sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2017 semakin menjadikan turnamen ini memiliki kualitas tersendiri di dunia eSports Indonesia. (tety)

Related posts

Acer Perkenalkan Laptop Gaming Terbaru di Ajang Asia Pacific Predator League 2020

Tety Polmasari

‘My Hartono’ Belanja Nyaman dalam Genggaman

Tety Polmasari

Pola Makan Sehat, Cegah Obesitas dan Kegemukan

Tety Polmasari

Leave a Comment