1.6 C
New York
29/02/2020
Aktual

Tumbuhkan Wirausaha, Menkop Dukung Gerakan UMKM Naik Kelas

JAKARTA (Pos Sore) — Para pelaku UMKM yang sebagian besar generasi milenial berkumpul di auditorium Kementerian Koperasi dan UMKM. Di hadapan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, pelaku-pelaku UMKM ini pun mencanangkan gerakan UMKM naik kelas.

Gerakan yang diinisiasi Fokus UMKM bersama Kementerian Koperasi dan UKM itu pun menyosialisasikan tagar #UMKMNaikKelasUMKM Unggul Indonesia Maju dan Hari UMKM Nasional. Hadir pula dalam kesempatan ini Deputi Produksi dan Pemasaran Kemenkop UKM Victoria Simanungkalit, dan organisasi UMKM Naik Kelas. 

“Saya mendukung Gerakan UMKM Naik Kelas. Kita ingin mengubah persepsi bahwa kementerian mempertahankan UMKM tetap UNKM. Ini sejalan dengan visi Presiden yang menginginkan UMKM Indonesia naik kelas,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, saat membuka kegiatan UMKM Meetup Gerakan UMKM Naik Kelas, di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Namun, menteri memastikan gerakan UMKM naik kelas yang saat ini menjadi prioritas bukan untuk menciptakan konglomerasi baru. Gerakan ini bertujuan memperkokoh pondasi ekonomi nasional agar tidak terjadi gap yang terlalu besar antara usaha besar dan UMKM. 

Menurut Teten, out put yang hendak dicapai dari UMKM naik kelas adalah pertumbuhan jumlah wirausaha yang sekarang masih di bawah 1 persen dan didominasi usaha skala mikro. Padahal prasyarat menjadi negara maju jumlah pengusahanya minimal 2 persen. 

“Karena itu, harus ada UMKM naik kelas. Naik kelas itu bukan berarti melahirkan konglomerasi baru tapi untuk menciptakan keadilan ekonomi. Kue ekonomi yang tadinya dikuasai usaha besar dibagi ke UMKM,” kata Teten.

Teten menjelaskan strategi untuk mencapai UMKM naik kelas dengan cara membuka akses pasar seluas-luasnya di dalam negeri dan ekspor. Di dalam negeri, dilakukan dengan memprioritaskan produk UMKM untuk pengadaan barang dan jasa K/L. Selain itu, menyasar pasar ekspor, dengan meningkatkan mutu produk agar memenuhi standar global. 

“Yang tadinya tidak bisa ekspor, jadi bisa ekspor, yang tidak bisa menguasai pasar dalam negeri akan bisa ekspor. Kami akan memberikan kemudahan-kemudahan dalam berbagai hal dari pembiayaan, pendampingan,” kata Teten. 

Sebagian besar pelaku UMKM diakui menkop bergerak di sektor mikro yang usahanya lebih hanya untuk mempertahankan hidup, untuk membayar uang sekolah, untuk belanja keperluan sehari-hari. Jadi tidak produktif. Kalau ini terus “dipertahankan” yang ditandai dengan semakin banyaknya pelaku usaha mikro, itu berarti bukan suatu keberhasilan tetapi melainkan kegagalan.

Karenanya, untuk mencapai pasar yang lebih luas, menkop menegaskan, produk UMKM harus mulai memenuhi standar kualitas global. Dengan demikian, produk UMKM otomatis dapat bersaing di dalam negeri dan pasar global.  Faktanya saat ini, di dalam negeri produk UMKM bertarung dengan arus produk impor yang masuk melalui e-commerce. 

Terkait peningkatan standar mutu, Kementerian menegaskan harus ada kemitraan antara UMKM dan usaha besar untuk membangun mindset industri di kalangan UMKM. 

Selanjutnya, untuk mempermudah ekspor sedang dibahas rencana membentuk kamar ekspor bersama dengan Bea Cukai untuk layanan UMKM. Hal ini dilakukan karena sebenarnya banyak produk UMKM yang bisa ekspor

Karena itu, Teten mengatakan pelaku UMKM harus memulai usahanya dengan  produk yang kompetitif. Ia menyadari perlu market inteligent dan riset pasar yang sulit dilakukan  oleh UMKM. Ia meminta agar berbagai organisasi UKM membantu melakukan market inteligent dan riset dan diinformasikan ke pelaku UMKM. (tety)

Related posts

Polda Metro Jaya Gelar Simulasi Penanganan Terorisme

Tety Polmasari

Dino Pati Djalal Temui Ketua Fraksi Demokrat DPR RI

Tety Polmasari

Dalam Sidang Paripurna DPR Setya Novanto Minta Maaf

Tety Polmasari

Leave a Comment