11.1 C
New York
03/04/2020
Kesra

Kunci Wujudkan Generasi Unggul, Menteri Bintang: Perempuan Harus Mandiri dan Berdaya

JAKARTA (Pos Sore) — Bangsa ini akan maju jika perempuan Indonesia dapat berdaya, memiliki akses untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat, mempunyai kontrol atas berbagai keputusan yang menyangkut dirinya, dan menerima manfaat dari pembangunan. Perempuan juga berperan sangat penting dalam keluarga yaitu mewujudkan generasi bangsa yang berkualitas dan unggul.

Begitu penegasan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, dalam sambutannya pada Peringatan Ulang Tahun Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) ke-32 dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) ke-61 di Gedung Chandraca, Cijantung, Jakarta Timur.

Data BPS 2018 menunjukan jumlah perempuan Indonesia yaitu sebanyak 131.479.000 atau 49,77% dari jumlah penduduk keseluruhan. Angka ini menunjukkan peran perempuan sangat potensial dalam memajukan pembangunan dan bangsa. Jika perempuan berdaya dapat menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak dalam keluarga sejak dini, maka dapat menjadi kunci untuk melahirkan generasi bangsa yang berkualitas dan menjunjung tinggi etika moral, tegas Menteri Bintang.

Ia menambahkan, saat ini jumlah anak Indonesia mencapai sepertiga jumlah total penduduk yaitu 30,1% atau sekitar 79,55 juta jiwa (Profil Anak Indonesia, 2019). Pada 2030, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 321 juta jiwa dengan jumlah penduduk usia produktif mencapai 209 juta jiwa. Artinya, mereka yang berusia produktif tersebut, saat ini sebagian besar masih berusia anak atau di bawah 18 tahun.

“Angka ini menggambarkan pentingnya membangun generasi unggul karena anak menentukan keberhasilan suatu bangsa di masa depan. Upaya tersebut akan terlaksana, jika keluarga dapat memastikan terpenuhinya hak-hak dasar anak, seperti hak untuk hidup, hak tumbuh dan berkembang, hak mendapatkan perlindungan dan hak partisipasi. Keluarga adalah tempat pendidikan utama dan pertama bagi anak yang menuntun anak meraih masa depan lebih baik,” tandasnya.

Menteri menambahkan, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, ada lima isu prioritas kerja pemerintah terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Salah satunya yaitu meningkatkan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan atau pengasuhan anak. Isu prioritas ini harusnya menyadarkan kita akan pentingnya kualitas perempuan sebagai ibu dalam mewujudkan generasi unggul.

Menteri Bintang juga berpesan kepada para Ibu untuk lebih menjaga anak-anak dari berbagai bahaya yang mengancam di era globalisasi seperti saat ini. Di antaranya kejahatan di internet, maraknya narkoba, penyebaran hoax, dan lain-lain. Perlu sinergi kuat antar pemangku kepentingan untuk menangani hal tersebut, sehingga hak-hak anak dapat terpenuhi. (tety)

Related posts

Menuju World University, Institut STIAMI Selenggarakan The 1st ICSTIAMI

Tety Polmasari

Tingkatkan Konsumsi Ikan, Pemerintah Optimalkan GEMARIKAN

Tety Polmasari

Sekjen Kemnaker Tanggapi Positif Eksistensi Forwaker

hasyim husein

Leave a Comment