20.2 C
New York
03/06/2020
Aktual

Dengan Solidaritas dan Kebijakan Efektif, Jazuli Optimis Indonesia Mampu Atasi Covid-19

JAKARTA, Possore.com– Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Dr Jazuli Juwaini dalam Rapat Paripurna mengawali masa sidang 2020 di Ruang Paripurna Gedung Nusantara II Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (30/3) siang menyampaikan keprihatinan mendalam untuk seluruh rakyat Indonesia di tengah bencana wabah Corona (Covid-19) yang melanda negeri ini, khususnya mereka berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Jazuli juga menyampaikan keprihatinan dampak bawaan Covid-19 yang telah memukul ekonomi seluruh rakyat Indonesia terutama pekerja informal dan mereka berpenghasilan harian. “Atas nama Pimpinan dan Anggota Fraksi PKS DPR kami sampaikan keprihatinan mendalam kepada seluruh rakyat Indonesia atas wabah Covid-19 serta dampak bawaannya secara ekonomi. Duka cita mendalam untuk pasien yang meninggal termasuk di dalamnya dokter/paramedis dan juga anggota DPR,” kata Jazuli.

Anggota Komisi I DPR RI ini memberikan apresiasi tinggi untuk pejuang dan pahlawan medis. “Kita harus optimis bangsa ini bisa mengatasi wabah ini dengan solidaritas kolektif seluruh rakyat serta kebijakan negara yang desesif dan efektif,” ungkap wakil rakyat dari Dapil II Provinsi Banten itu.
Terkait dengan wabah yang telah merenggut puluhan ribu jiwa di berbagai belahan dunia dan ratusan jiwa di Indonesia, Jazuli menyampaikan enam sikap Fraksi PKS DPR menghadapi virus mematikan tersebut.

Fraksi PKS mendukung penuh Presiden dan Pemerintah untuk mengambil langkah riil dan konkrit dalam mengatasi wabah corona dengan seluruh daya, upaya, biaya maupun berbagai macam skenario kebijakan. Prioritas saat ini adalah menyelamatkan nyawa warga negara, tidak ada prioritas lain.

Kedua, Fraksi PKS mendukung pengalihan anggaran yang tidak/kurang mendesak di berbagai kementerian dan lembaga seperti anggaran UN di Diknas dan lain sebagainya guna mengatasi wabah corona. Fraksi PKS juga mendesak Pemerintah menjamin ketercukupan APD untuk pahlawan medis, masker dan fasilitas perlindungan lainnya untuk warga. “Jangan sampai mereka bekerja melayani rakyat dengan penuh waswas dan ketakutan.”

Selain itu, Fraksi PKS mendesak Kemenkes RI agar semakin profesional dalam pelayanan medis dan penanganan pasien Covid-19. “Menjamin ketercukupan dan kelengkapan fasilitas kesehatan. Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) dan alur/prosedur teknis yang lebih jelas dalam menangani masyarakat terindikasi dan terkena virus, ke mana mereka harus melapor dan/atau pergi berobat, serta dimana akan ditampung. Ini penting untuk memberi rasa tenang dan menunjukkan negara hadir dengan pelayanan penuh.

Fraksi PKS juga mendesak Pemerintah menyiapkan serta mendistribusikan dengan tepat Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk warga yang bekerja dan/atau berpenghasilan harian (para pekerja informal) dan harus istirahat di rumah. “Jangan sampai mereka waswas, di satu sisi takut wabah corona tapi sekaligus terkapar karena kelaparan akibat berhenti bekerja dan berpenghasilan.”

Fraksi PKS juga mengajak seluruh pejabat publik baik legislatif maupun eksekutif dan pejabat lembaga negara lainnya menunjukkan empati kepada rakyat dalam menghadapi wabah corona ini dengan gerakan kolektif membantu rakyat. Tidak perlu gengsi dari manapun inisiatif dan usulan yang baik berasal.

“Kita harus terima dan bahu membahu membantu rakyat. PKS telah memotong gaji anggota dewan pusat dan daerah bulan ini untuk membeli APD dan memotong gaji bulan depan guna membantu warga pekerja harian yang tedampak akibat kebijakan dirumahkan dan menjaga jarak fisik (physical distancing).

“Dengan kebersamaan dan solidaritas seluruh bangsa, Insya Allah kita bisa menghadapi dan mengatasi Covid-19. Tentu saja kita butuh pemimpin serta pemerintah yang terus memberikan optimisme dengan kebijakan riil dan konkrit dalam menanggulangi wabah Covid-19,” demikian Dr H Jazuli Juwaini. (decha)

Related posts

Pemerintah Sertakan 10.000 Pekerja Informal Pada BPJS Ketenagakerjaan

Tety Polmasari

600 Unit KPH Terbentuk pada 2020

Tety Polmasari

Kinerja Legislasi Parlemen Masih Buruk

Tety Polmasari

Leave a Comment