17.5 C
New York
13/05/2021
Aktual Kesra

Rentan Terdampak Covid-19, Kemen PPPA Bagi Paket Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, memberikan paket pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak — kelompok rentan terdampak Covid-19. Pada tahap awal didistribusikan melalui 18 lembaga dan 21 kelurahan di wilayah DKI Jakarta.

Bantuan itu diberikan kepada 1.134 orang yakni 407 balita dan anak (di bawah usia 18 tahun), 98 anak yang memerlukan perlindungan khusus, perempuan kepala keluarga, lansia dan penyandang disabilitas sebanyak 629 orang (lansia 468, disabilitas 81, dan perempuan kepala keluarga 80) yang berasal dari keluarga miskin atau pra-sejahtera di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Bintang mengatakan, kementerian yang dipimpinnya memastikan hak perempuan dan anak terpenuhi. Kegiatan ini terlaksana atas dukungan para mitra dan jejaring kerja Kemen PPPA. Selama ini pemenuhan bantuan-bantuan yang sifatnya umum seperti sembako sudah ada.

“Nah untuk bantuan sangat spesifik yang diberikan hari ini fokus dulu di DKI Jakarta. Hari ini baru tahap pertama, menyusul tahap-tahap berikutnya juga akan diberikan bagi perempuan dan anak kelompok rentan terdampak lainnya,” ujar Menteri PPPA, Bintang Puspayoga.

Pemberian bantuan ini bentuk perhatian pemerintah dalam meringankan beban kelompok rentan khususnya para perempuan dan ibu yang terdampak Covid-19 dan kebijakan pembatasan sosial. Para penerima manfaat sebelumnya didata dan diverifikasi oleh tim pendataan Kemen PPPA berkoordinasi dengan pemda, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 tingkat provinsi serta para mitra dan jejaring kerja Kemen PPPA.

Distribusi bantuan kepada kelompok perempuan dan anak diprioritaskan untuk mereka yang berada di daerah padat penduduk, dan daerah miskin perkotaan. Yang perlu disampaikan, di luar sana yang dibutuhkan masayarakat tidak hanya kebutuhan pokok saja tetapi ada kebutuhan spesifik baik untuk kebutuhan tumbuh kembang anak maupun kebutuhan kesehatan reproduksi bagi perempuan serta kebutuhan spesifik lansia.

Pemenuhan kebutuhan spesifik anak ditujukan bagi 5 kelompok, yakni anak usia 0-2 tahun, anak usia 3-4 tahun, anak usia 5-10 tahun, 10-17 tahun serta anak yang memerlukan perlindungan khusus. Bantuan yang diberikan tidak hanya untuk tambahan pemenuhan gizi dan nutrisi untuk proses tumbuh kembangnya, seperti kacang hijau, susu (hanya untuk anak di atas 2 tahun) dan vitamin, tetapi juga diapers (untuk bayi di bawah 2 tahun), sabun antiseptik, dan pembalut bagi perempuan dan remaja putri.


Sementara itu, untuk bantuan spesifik perempuan dibagi ke 3 kelompok, yaitu perempuan disabilitas dan perempuan lansia yang memdapatkan bantuan berupa sabun, masker, supplement, sarung tangan, susu dan diapers, serta perempuan kepala keluarga.

Menteri Bintang juga menegaskan, seluruh unit kerja yang memiliki tugas urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di daerah perlu melakukan langkah serupa, untuk pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak kelompok rentan di wilayah masing-masing, dengan menggandeng mitra dan jejaring kerjanya.

“Kebijakan kami untuk tidak memotong anggaran dana dekonsentrasi, diharapkan dapat turut meringankan beban perempuan dan anak di masa pandemi Covid-19. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan semua pihak sangat penting, tidak hanya di masa pandemi tetapi juga di setiap saat, dalam upaya kita untuk melindungi hak perempuan dan demi kepentingan terbaik anak,” tutup Menteri Bintang. (tety)

Related posts

Naik Kelas, Usaha Mikro Harus Tingkatkan Manajemen Keuangan

Tety Polmasari

Mulyanto Bagikan Paket Penanggulangan Persebaran Virus Corona di Dapil III Provinsi Banten

Akhir Tanjung

Rayakan MayDay Dengan Kegiatan Positif

Tety Polmasari

Leave a Comment