25.6 C
New York
12/08/2020
Aktual Ekonomi

Tahap Uji Coba Program “Belanja di Warung Tetangga”, 1000 Toko Tradisional Dilibatkan

JAKARTA (Pos Sore) — Program “Belanja di Warung Tetangga” — diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM bersama BUMN Pangan, diyakini mampu membuat warung atau toko tradisional bersaing dengan retail modern. Program yang diluncurkan pada April 2020, itu memungkinkan warung-warung bisa mendapatkan akses barang yang kompetitif.

“Selama ini warung tradisional selalu kalah bersaing dengan retail modern, antara lain karena mereka tidak memiliki akses membeli barang dengan harga yang kompetitif,” ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, saat meninjau warung sembako di Gang Bates, Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (2/7/2020).

Dengan sentuhan teknologi, kini dengan Program Belanja di Warung Tetangga yang melibatkan sejumlah kluster BUMN Pangan, warung tradisional kini memiliki daya saing tinggi. Pada 2020 ini ditargetkan akan ada 15.000 warung tradisional yang terlibat dalam program tersebut.

“Warung-warung tradisional semacam ini jumlahnya mencapai 3,5juta di seluruh Indonesia. Kalau itu semua bisa kita modernisasi dan terlibat dalam kampanye program ini, saya kira menjadi kekuatan yang luar biasa di sektor retail,” kata Teten, usai mengunjungi Warung Kuning milik warga bernama Dwi Sayekti (38), yang juga dilibatkan dalam kampanye “Belanja di Warung Tetangga”.

Sebagai tahap awal atau uji coba, pada Juli ini ditargetkan akan melibatkan 1000 warung tradisional. Mereka tak hanya bisa berbelanja bahan sembako dengan harga kompetitif, tetapi juga dibantu dalam manajemen barang dan IT, karena BUMN Pangan juga menyediakan aplikasi untuk belanja sehingga sangat efisien.

MenkopUKM juga menjelaskan, kerja sama dengan sejumlah BUMN Pangan itu sekaligus menghubungkan warung tradisional dengan platform online. “Kami berkolaborasi dengan BUMN Pangan untuk distribusi bahan pangan masyarakat dan kebutuhan bahan baku melalui platform online,” katanya.

Teten berharap melalui program tersebut dapat dipastikan stok bahan pokok tersedia dan dekat dengan masyarakat. Sekaligus memperkuat ekonomi pelaku UMKM, khususnya warung tradisional. Selain itu, untuk menghubungkan warung tradisional yang belum terhubung dengan platform online, sehingga mengurangi mobilitas fisik, pemesanan dan pengantaran via jasa antar.

Kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan BUMN Pangan ini dinilai strategis, karena mempunyai gudang di berbagai daerah di Indonesia. Sehingga jika proyek percontohan ini berhasil akan diimplementasikan di seluruh Indonesia.

Dalam tahap uji coba ini, Program Belanja di Warung Tetangga menyediakan sembako meliputi beras, telor, minyak, gula, sarden, kurma, dan tepung. Tahap selanjutnya diperluas pada kebutuhan lauk-pauk, seperti ikan maupun daging. (tety)

Related posts

Terekam CCTV, Pencuri Motor Ditangkap

Tety Polmasari

Komisi II DPR Bahas APBN-P dengan Kementerian ATR/BPN, KPU dan Bawaslu

Tety Polmasari

Seluruh Wilayah Kerja Bulog Terapkan Protokol Pencegahan Virus Corona

ARYODEWO

Leave a Comment