10.8 C
New York
12/05/2021
Aktual Kesra

Ketahanan Keluarga Hebat Lahirkan SDM Unggul

JAKARTA (Pos Sore) — Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, mengatakan, sumberdaya manusia unggul berasal dari keluarga hebat yang mempunyai ketahanan keluarga yang mumpuni yang mampu saling asah, asih, asuh, sesama anggota keluarga.

Karenanya, sangat penting bagiempuan untuk mengerti dan memiliki kesadaran akan “self-care” atau merawat diri sendiri mengacu pada kegiatan yang dilakukan oleh individu, keluarga maupun masyarakat. Tujuannya, meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, serta berdaya untuk memulihkan atau meningkatkan kesehatan diri sendiri serta anak serta keluarganya.

Tiap tahunnya setiap 24 Juli diperingati sebagai Hari Rawat Diri Internasional atau International Self-Care Day yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya rawat diri sendiri sebelum merawat orang lain/keluarga. Tanggal tersebut dipilih untuk mengingat manfaat merawat diri yang dirasakan sepanjang waktu yaitu 24 jam, 7 hari seminggu.

“Hal ini juga telah tertuang dalam Deklarasi Ibu Bangsa di mana Perempuan Indonesia sebagai Ibu Bangsa yang ditetapkan dalam Kongres Wanita Indonesia tahun 1935, telah melakukan advokasi dan sosialisasi fungsi dan peran perempuan salah satu di antaranya adalah selfcare terkait PHBS/Perilaku Hidup Bersih Sehat, telah tertuang dalam deklarasi Jogjakarta 2018,” ungkap Giwo, di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Giwo menyampaikam hal itu saat berbicara dalam webinar bertema “Keluarga Milenial Menuju SDM Unggul“ yang diselenggarakan oleh Yayasan Kesejahteraan Anak dan Remaja Kowani (Kongres Wanita Indonesia) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Webinar ini diadakan dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional atau HARGANAS (29 Juni). Hadir pula sebagai pemateri, Fifi Aleyda Yahya – Presenter Metro TV.

Menurutnya, untuk pencapaian tersebut maka perempuan harus cerdas meliputi Cerdas Kodrati (tahu ada kodrat yang berbeda antara laki-laki dan perempuan), Cerdas Tradisi (tahu memilah tradisi buatan manusia yang bias gender, yang merugikan perempuan, memilih tradisi yang baik seperti makanan local gizi berimbang).

Selain itu, Cerdas Sosial (Sosial Pendidikan, Sosial tahu tata pergaulan yang membangun karakter, Sosial Ekonomi Kooperasi UKM dan Sosial Lingkungan Hidup) dan Cerdas Profesi (hak memilih profesi yang menjadi dambaan setiap orang) dalam upaya membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas atau SDM Unggul.

“Perempuan harus dapat berpikir “out of the box”, dapat menjadi agen perubahan, yang inovatif, dapat mengatasi problem di masa depan yang jauh lebih beragam,” tuturnya seraya menekankan untuk meningkatkan mutu pemberdayaan perempuan di Indonesia maka diperlukan sinergi dari berbagai pihak.

Dalam optimalisasi pemberdayaan perempuan, Kowani mendukung derap langkah BKKBN. “Mari optimalkan kesehatan ibu dan anak karena ibu sehat, Indonesia sehat. Dalam setiap masalah menyangkut keluarga “Mencegah Lebih Baik Dari Pada Mengobati”, katanya.

Kepada para perempuan, terus tingkatkan kualitas diri dengan berkarya, memperluas wawasan dan mengembangkan jaringan, melatih serta meningkatkan potensi dan kapasitas diri perempuan tanpa mengurangi kodrat sebagai ibu atau istri. Bangun keluarga berkualitas, perkuat ketahanan keluarga, bersama membangun SDM unggul menuju Indonesia maju.

Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) menjelaskan untuk melahirkan generasi berkualitas, intervensi terhadap generasi milenial amat dibutuhkan. Sebab generasi milenial inilah yang akan melahirkan generasi masa depan bangsa.

BKKBN diakui telah melakukan berbagai intervensi terhadap generasi milenial ini dengan sejumlah inovasi dan program. Misalnya mengganti logo keluarga berencana dengan logo yang sesuai dengan jiwa kaum milenial, membuat program keluarga berencana itu keren, kampung keluarga, duta remaja dan sebagainya.

Hasto berharap Kowani mengambil peran dalam upaya menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi yang saat ini masih cukup tinggi di Indonesia. Sebagai organisasi perempuan yang memiliki jangkauan hingga ke akar rumput, Hasto yakin edukasi dan sosialisasi program keluarga berencana melalui Kowani akan jauh lebih efektif.

Ia mengingatkan pada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara. Keluarga akan selalu menghidupkan, memelihara dan memantapkan serta mengarahkan kekuatan tersebut sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi. (tety)

Related posts

Jokowi Kompak dengan JK Bertemu di Halim

Tety Polmasari

Program Sedekah Seru CATCHPLAY – DD untuk Pendidikan Anak-Anak Marginal

Tety Polmasari

Aussie Firms Offers Finally Categorised Barriers As a result of Lead Output Assistance

Tety Polmasari

Leave a Comment