23.4 C
New York
09/08/2020
Aktual

Sambut 43 Tahun, Museum Bahari Gelar Pasar Ikan Explorer “Budaya Pesisir sebagai Harmonisasi Indonesia

JAKARTA (Pos Sore) — Jenuh berdiam diri dan ingin meluangkan waktu keluar rumah? Museum Bahari bisa menjadi alternatif pilihan untuk dikunjungi. Terletak di Jl Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Museum Bahari menyajikan sepekan penuh acara Pasar Ikan Explorer “Budaya Pesisir sebagai Harmonisasi Indonesia”.

Acara yang digelar dalam rangka peringatan hari jadi ke-43 Museum Bahari ini, bakal diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari diskusi penulisan sejarah kebaharian Indonesia, dialog ilmiah, sampai dengan dongeng dan workshop lukisan.

Menurut Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta, Berkah Shadaya, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov DKI, komunitas masyarakat serta pihak swasta yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan museum.

Berkah menjelaskan serangkaian acara sudah dimulai Selasa (7/7) kemarin dengan diskusi penulisan sejarah Kebaharian Indonesia, lalu diskusi daring via aplikasi zoom dengan tema “Maritime as Our Life”. Ada juga ngobrol santai dengan komunitas memancing dan Putra-Putri Bahari Indonesia.

Kemudian hari ini (Rabu, 8/7) tengah digelar diskusi mengenai Arkeologi Maritim bersama Shinatria
Adhityatama, arkeolog muda dengan segudang pengalaman yang pernah turut serta dalam ekspedisi penemuan kapal selam U-Boat Nazi Jerman di Laut Jawa, kapal perang HMAS Perth milik Australia di Selat Sunda, dan kapal kuno dari abad ke-13 di perairan Kepulauan Riau.

Selanjutnya ada workshop membuat rajutan dari plastik limbah laut bagi warga Kampung Akuarium.
Workshop ini merupakan wujud nyata komitmen UP Musem Bahari dalam mengembangkan komunitas warga di sekitar museum.

“Dalam workshop ini kami bekerja sama dengan Yayasan Mitra Museum Jakarta, Lions Club MOVAST dan Komunitas Merajut Bogor,” ujar Berkah.

Esok hari (Kamis, 9/7), akan diisi dengan demo memasak hidangan pesisir nusantara bersama Chef Jun
Winanto (Electrolux Home Cook 2019). Kegiatan akan dilanjutkan dengan diskusi mengenai batik dengan berbagai corak dan motifnya di wilayah pesisir bersama Batik Tiga Puteri pada, Jumat (10/7). Diskusi ini akan dilanjutkan dengan workshop batik bersama Museum Tekstil Jakarta dan demo rias pesona pesisir bersama Meidah Cosmoteceutical.

Tidak kalah menarik, di hari Sabtu (11/07), akan digelar dongeng Pesisir Cirebon bersama Komunitas Kendi Pertula, serta Paket Tour Keliling Pelabuhan Sunda Kelapa sambil membahas sejarah awal Kota Jakarta.

Selanjutnya pada hari Minggu (12/07), kegaiatan akan ditutup dengan kegiatan workhsop lukisan Kopi Bahariku bersama Komunitas Perupa Sahabat Museum. Pada hari terakhir itu juga akan dimeriahkan acara sharing Fotografer dan videografer bersama APGINDO.

Selain diisi berbagai kegiatan seru, acara juga akan dimeriahkan bazar berisi berbagai produk pesisir seperti batik, bermacam aksesoris, ragam panganan dan kuliner, serta aneka kriya bahari dan produk kreatif lainnya.

“Jadi jangan lupa berkunjung ke Museum Bahari, tentunya tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ada,” jelas Berkah.

Namun jika ingin mengikuti serangkaian acaran namun tidak bisa hadir ke lokasi? Jangan khawatir, karena rangkaian acara akan disiarkan live melalui media sosial Museum Kebaharian Jakarta. “Yang tidak dapat hadir bisa ikut menyaksikan melalui live IG di Instagram kami di @museumkebaharianjkt,” katanya.

Related posts

Simpang Susun Semanggi Paling Lambat Selesai Agustus

Tety Polmasari

Bawaslu Sulit Tindak Pelanggar Iklan Politik

Tety Polmasari

Wujudkan Program Nawacita, LPDB-KUMKM Ingin Kembangkan Koperasi Kopi di Jambi

Tety Polmasari

Leave a Comment