17.1 C
New York
20/09/2020
Ekonomi

Rabithah Alawiyah Jawa Tengah – KemenkopUKM Bersinergi Adakan Pelatihan Kewirausahaan Ponpes

PEKALONGAN (Pos Sore) — Koperasi pondok pesantren memiliki potensi sebagai salah satu kekuatan ekonomi rakyat. Potensi inilah yang terus digali oleh Kementerian Koperasi dan UKM dengan memberikan pelatihan kepada para santri.

“Dengan menyatunya potensi ponpes dan para santri akan menjadi kekuatan ekonomi yang begitu besar,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat memberikan pengantar pada pelatihan bertema “KUMKM Eksis dan Mampu Beradaptasi pada Masa Pandemi dan New Normal Covid-19”, Sabtu (8/8/2020).

Pelatihan itu pun bersinergi dengan Rabithah Alawiyah yang diharapkan dapat memajukan ekonomi di kalangan santri di daerah Jawa tengah dan DIY. “Saya sangat mengapresiasi dan mendukung sekali diadakannya kegiatan pelatihan ini,” ujar Habib Abu Bakar Alatas, Ketua DPW Rabithah Alawiyah Jawa Tengah dan DIY.

Dikatakan, jika dilihat dari data statistik santri di Jawa Tengah terdapat 500.000-an santri. Karenanya, perlu dipersiapkan pengetahuan dan kemampuan wirausaha.

Melalui pelatihan kewirausahaan koperasi pesantren, para santri dibina agar memiliki kemampuan kewirausahaan yang mumpuni (santripreneur), baik bisnis secara konvensional maupun dalam bisnis digital dan market place.

MenKopUKM menyampaikan kita bisa tingkatkan rasio kewirausahaan, salah satunya melalui pengembangan koperasi di pondok-pondok pesantren. Menurutnya, potensi pondok pesantren dengan para santri bisa dipadukan akan menjadi satu kekuatan ekonomi yang besar.

“Pekalongan yang terkenal dengan batik dan ikan, bisa memanfaatkan potensi pondok pesantren dan santri yang ada di sana,” imbuh MenkopUKM.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Habib Luthfi bin Yahya yang hadir juga dalam acara tersebut menekankan pentingnya mengembangkan produk UMKM untuk memenuhi pasar dalam negeri. Artinya, uang akan berputar di dalam negeri saja, tanpa harus keluar.

“Kita harus mencintai dan memakai produk dalam negeri, dan jangan bergantung pada produk dari luar negeri. Kita kaya produk pertanian, tapi di pasar lebih banyak produk impor,” ucap Habib Luthfi.

Bagi Habib Luthfi, penerapan Protokol Kesehatan atas pandemi Covid-19 bukan halangan untuk terus menggerakkan roda perekonomian masyarakat. “Justru, pandemi Covid-19 harus dijadikan cambuk untuk kita menjadi bangsa yang maju,” tandas Habib Luthfi. (tety)

Related posts

Bank BTN Jalin Kerjasama Dengan Korpri

bambang tri

2018 Indonesia Kirim Barista Ke Luar Negeri

Tety Polmasari

BTN Prioritas hadir di Pondok Indah

Tety Polmasari

Leave a Comment