11.7 C
New York
11/05/2021
Aktual Jabodetabek

Jakarta Kembali PSBB Total Mulai Senin

JAKARTA (Pos Sore.com) — Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengumumkan berlakunya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara total.

Berbeda dengan PSBB transisi, PSBB yang dimaksud sama seperti PSBB yang dilakukan diawal ketika wabah muncul pertama kali.

Sejumlah hal akan diterapkan ketat. Diantaranya warga kembali harus bekerja, belajar dan beraktivitas dari rumah. Beribadah juga disesuaikan dengan kondisi lingkungam sekitar.

Kegiatan akan diizinkan dengan evaluasi. Termasuk Izin Operasional Mobilitas dan Kegiatan Industri (IOMKI) dari Kementerian Perindustrian pada perusahaan-perusahaan non-esensial.

Anies mengatakan hal tersebut untuk memastikan bahwa pengendalian pergerakan kegiatan usaha maupun sosial berjalan dengan baik dan tidak menyebabkan penularan.

“Perlu saya sampaikan bahwa izin operasi pada bidang-bidang non esensial yang dulu mendapatkan izin (IOMKI) akan dievaluasi ulang untuk memastikan pengendalian saat PSBB Total ini,” kata Anies dalam keterangan pers yang disampaikan di Balai Kota Jakarta, Rabu malam (9/9).

Menurut Anies, para pemegang IOMKI tersebut di luar bidang industri esensial yang diperbolehkan untuk beroperasi selama pemberlakuan PSBB Total.

Bidang industri esensial yang secara total sejumlah 11 bidang itu,, boleh berjalan dengan operasi minimal tidak seperti biasanya.

“Jadi tidak boleh beroperasi seperti biasa, tapi lebih dikurangi, agar lebih terawasi sehingga tidak menyebabkan penularan,” ujar Anies.

PSBB Total akan berlaku mulai Senin tanggal 14 September 2020 dan pada hari yang sama, kegiatan perkantoran yang nonesensial diharuskan melaksanakan kegiatan bekerja dari rumah.

“Bukan kegiatan-kegiatan usahan yang berhenti, tapi bekerja di kantornya yang ditiadakan. Kegiatan usaha jalan terus kegiatan kantor jalan terus, tapi perkantoran di gedungnya yang tidak diizinkan untuk beroperasi.”

Dengan ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU yang terpengaruh oleh rataan kasus positif Covid-19 (positivity rate) sebesar 13,2 persen yang di atas ketentuan aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di bawah angka lima persen, serta perkembangan angka kematian, akhirnya DKI Jakarta memutuskan untuk memberlakukan PSBB Total.

“Dengan melihat keadaan darurat ini nggak ada pilihan lain selain keputusan untuk tarik rem darurat. Artinya kita terpaksa berlakukan PSBB seperti awal pandemi, inilah rem darurat yang harus kita tarik,” katanya.

Selama PSBB Total yang belum diketahui sampai kapan berakhirnya, hanya 11 bidang usaha esensial atau vital yang boleh tetap berjalan dengan pembatasan. Bidang itu yakni kesehatan; bahan pangan/makanan/minuman; energi; komunikasi dan teknologi informatika; keuangan; logistik; perhotelan; konstruksi; industri strategis; Pelayanan dasar/utilitas publik/dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu; serta pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Related posts

Merck dan PERDOSSI Ajak Masyarakat Lawan Neuropati

Tety Polmasari

Gunung Soputan Meletus, tapi Masih Aman

Tety Polmasari

Pemerintah Mulai Lakukan Tes Cepat dan Siapkan Jutaan Obat Covid-19

Tety Polmasari

Leave a Comment