4.7 C
New York
01/11/2020
Aktual Ekonomi

Jang Malawang, Program Andalan Kota Tual Menuju Tertib Ukur

POSSORE Walikota Tual,  Adam Rahayan  mengungkapkan tera dan tera ulang di wilayahnya  memiliki keunikan tersendiri mengingat Tual sebagai kota terbesar kedua di Provinsi Maluku merupakan kota dengan gugusa pulau-pulau kecil yang cukup banyak. Terdiri dari 66 pulau, dimana 13 pulau berpenghuni.

“Sebetulnya sangat menarik memberi pelayanan tera dan tera ulang di Kota Tual ini. Kita butuh transportasi laut secara khusus agar bisa mencapai satu pulau ke pulau lain. Inilah yang harus dijalani pemerintah daerah Kota Tual untuk mewujudkan tertib ukur dalam kerangka perlindungan konsumen dan tertib niaga, ”kata Adam dalam webinar yang diselenggarakan Direktorat Metrologi Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan, Rabu (23/9).

Adam menjelaskan kegiatan pelayanan tera dan tera ulang yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tual ini adalah untuk melindungi masyarakat dari penggunaan alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Jang Malawang sendiri merupakan bahasa daerah Maluku yang berarti jangan melawan / membantah suatu perintah …

Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dari pulau ke pulau, pemerintah Kota Tual menamai program layanan tera dan tera ulang ini dengan Jang Malawang. Jang Malawang merupakan akronim dari Uji Timbangan, Mantapkan Alat, Membawa Untung. Jang Malawang sendiri merupakan bahasa daerah Maluku yang berarti jangan melawan / membantah suatu perintah.

“Jadi masudnya program layanan tera dan tera ulang terhadap alat ukur ini kan baik yaitu agar hasil pengukuran alat ukur menjadi tepat dan adil, jadi ya harus dipatuhi. Pelayanan kemetrologian ini tdilaksanakan di seluruh wilayah Kota Tual, tak terkecuali di pulau terluar sekalipun, ”tutur Adam yang saat webinar didampingi Wakil Walikota Usman Tamnge.

Dalam kesempatan ini, Usman Tamnge, menyatakan bahwa edukasi dan sosialisasi menjadi bagian yang tidak terpisah dalam memberikan pelayanan ke masyarakat. Hal ini terlihat dari rencana Kota Tual yang melibatkan tokoh agama, majelis taklim dan ibu-ibu PKK dalam upaya mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dalam mengenalkan metrologi legal.

” Kami akan secara intensif menyelenggarakan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat pemilik UTTP agar masyarakat sadar akan pentingnya tera dan tera ulang. Kami melibatkan tokoh agama, majelis taklim, tokoh masyarak serta ibu-ibu PKK agar lebih mengenal lagi tentang metrologi dan alat ukur, ” kata Usman bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tual, Darnawati Amir.

Sementara, Direktur Metrologi, Rusmin Amin mengaku sangat berharap dengan semangat para penera di Unit Metrologi Legal Kota Tual dalam memberikan pelayanan tera dan tera ulang dari pulau ke pulau.

“Kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Tual untuk mewujudkan tertib ukur, walaupun kondisi geografis di Tual sangat sulit dan diperlukan perjuangan yang luar biasa dari para penera untuk dapat memberikan pelayanan tera dan tera ulang khususnya di wilayah pulau terluar,” kata Rusmin yang didampingi tim kreatif Direktorat Metrologi.

Rusmin Amin mengatakan, program Jang Malawang dapat dikembangkan misalnya dengan melakukan kolaborasi dengan kabupaten / kota lainnya sehingga bisa saling bersinergi. “Inovasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota lain dapat dijadikan contoh dan dapat bersama-sama dikembangkan dan disesuaikan dengan karakter daerah masing-masing.” jelas Rusmin Amin.

Di tempat terpisah, Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Veri Angriono Sutiarto mengatakan, perhatian Walikota menjadi modal dan pemicu semangat tidak hanya di internal Kota Tual tetapi juga bisa menjadi inspirasi bagi Unit Metrologi Legal di Kabupaten / Kota lain untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan tera dan tera ulang terbaik kepada masyarakat.

“Komitmen Pemerintah Kota Tual untuk memberikan perlindungan konsumen dan mewujudkan tertib niaga dalam penggunaan alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya perlu secara konsisten dijaga. Dengan demikian tujuan untuk menjadikan Kota Tual sebagai Daerah Tertib Ukur dapat terwujud. Tutur Veri.

Seperti diketahui, kegiatan webinar yang diselenggarakan Direktorat Metrologi dari semakin berkurangnya masyarakat, terutama kalangan akademisi. Webinar kali ini misalnya diikuti oleh 682 peserta dari seluruh Unit Metrolgi Hukum Kabupaten / Kota, dan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tual, mahasiswa dan akademisi serta pemangku kepentingan yang terkait bidang kemetrologi . (aryo)

Related posts

Aksesoris Manik Dayak Rebut Selera Pengunjung IFW 2016

Tety Polmasari

BPOM Akui Produksi Obat di Indonesia Mahal

Tety Polmasari

Bandar Narkoba Diamankan

Tety Polmasari

Leave a Comment