4.5 C
New York
25/02/2021
Aktual Internasional

Daewoong Pharmaceutical dan Gandasari Ekasatya Teken Kontrak untuk Pasok Alat Uji Diagnostik Covid-19

JAKARTA (Pos Sore) — PT. Daewoong Pharmaceutical Company Indonesia (DPCI) (CEO Sengho Jeon) — anak perusahaan dari Daewoong Pharmaceutical asal Korea Selatan yang sedang mengembangkan perawatan Covid-19, mengumumkan perusahaan telah menandatangani kontrak bersama dengan PT. Gandasari Ekasatya pada pertengahan November untuk memasok ‘AccuraDtect’ SARS-COV-2 RT- qPCR Kit, sebuah alat uji Covid-19 di Indonesia.

Dalam kontrak ini, DPCI akan memasok alat uji Covid-19 bernama ‘AccuraDtect’ dalam jumlah yang memungkinkan pengujian sebanyak 80,000 kali selama dua tahun ke depan. PT. Gandasari Ekasatya sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi alat kesehatan dan peralatan diagnostik.

Dalam rangka mencegah penyebaran virus korona lebih lanjut di masa mendatang, DPCI juga berencana memasok alat diagnostik sesuai dengan permintaan dari rumah sakit dan lembaga penelitian melalui mitranya.

“Seiring dengan penyebaran Covid-19 di Indonesia yang semakin parah, permintaan alat uji Covid-19 terus meningkat dengan pesat. Dengan penandatanganan kontrak untuk memasok alat uji ini, kami berupaya sedemikian rupa untuk menanggulangi virus korona dengan berkontribusi meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menanggapi pandemi dan mempercepat pengembangan perawatan untuk penyakit ini,” kata Sengho Jeon, CEO DPCI.
 

‘AccuraDtect’ adalah alat uji molekuler untuk mendeteksi Covid-19 yang sangat akurat dan menyasar leader sequence yang ditemukan dalam sel yang terinfeksi selain gen N2 untuk mendiagnosis apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak. Hal ini sesuai dengan standar yang direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Disease Control and Prevention/CDC) di Amerika Serikat.

Secara khusus, alat uji ini dirancang untuk mengukur tingkat Ribonuklease (Rnase P) yang menentukan kesesuaian sampel dan bertindak sebagai penyebar infeksi dalam sel virus yang terinfeksi. Menggunakan teknik amplifikasi gen yang disebut sebagai real-time polymerase chain reaction (RT-qPCR) untuk memperkuat dan mendeteksi gen virus, alat uji ini juga memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi (termasuk sensitivitas dan spesifisitas).

AccuraDtect mampu memberikan hasil dalam waktu empat jam setelah pengambilan sampel. Itu sebabnya, untuk memperkuat upaya penanganan Covid-19
– AccuraDtect pun telah mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization) untuk menghadapi pandemi Covid-19. AccuraDtect juga telah mendapatkan izin edar di Indonesia pada Oktober.

Karina Setyati selaku Direktur dari PT. Gandasari Ekasatya mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kepedulian Daewoong yang turut serta berkontribusi menghadapi pandemi di Indonesia. “Kami berterima kasih atas kepercayaan Daewoong untuk menjalin kemitraan dengan perusahaan kami dan kami meyakini bahwa kolaborasi ini akan membawa dampak yang baik bagi sektor kesehatan di Indonesia,” katanya.

Alat uji ini telah memperoleh sertifikasi CE-IVD (Perangkat Medis Diagnostik In Vitro bertanda CE) di Eropa pada Maret lalu dan mendapatkan izin untuk penggunaan darurat (Emergency Use Authorization) di Peru dan Singapura. DPCI memperoleh izin edar untuk alat ini melalui permohonan penggunaan darurat obat dan peralatan terkait COVID-19 pada Oktober lalu.

Sementara itu, Daewoong Pharmaceutical juga telah menandatangani kontrak dengan Genomictree sebagai pengembang pertama ‘AccuraDtect’ untuk menjual dan memasarkan alat uji ini secara global. Genomictree adalah perusahaan layanan kesehatan yang mengembangkan diagnosis molekuler non-invasif untuk deteksi dini kanker berdasarkan biomarker. (tety)

Related posts

How to begin A Work at home Affiliate Organization On The Internet

Tety Polmasari

Mau sehat konsumsi buah dan sayur organik

Tety Polmasari

Anggota Wantimpres Foto Bersama Dengan Perdana Menteri Israel, Jokowi Harus Tanggungjawab

Tety Polmasari

Leave a Comment