17.5 C
New York
13/05/2021
Aktual Ekonomi

Dapat Suntikan PMN 5 Triliun, LPEI Harus Dorong Ekspor UMKM

JAKARTA (Pos Sore) — Pemerintah menambahkan modal kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sebesar Rp 5 triliun. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) ke dalam Modal LPEI, yang diteken Presiden Joko Widodo pada 30 Desember 2020.

Komisi XI DPR RI dari fraksi PKS, Anis Byarwati, menyoroti suntikan modal yang diberikan untuk mendukung program pemulihan ekonomi nasional dan mendorong perekonomian nasional ini. Karena dalam catatannya, LPEI atau Indonesia EximBank membukukan rugi bersih sebesar Rp 4,7 triliun pada 2019.

“Selain kerugian, LPEI juga mencatatkan penurunan aset hampir 10% menjadi Rp 108,7 triliun pada 2019. Dalam laporan BPK juga menemukan ada 14 masalah terkait kinerja pemberian fasilitas pembiayaan di LPEI belum maksimal,” tutur Anis saat diminta pandangannya di Jakarta, Rabu (6/1/2021).

Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan ini menambahkan BPK juga memantau debitur-debitur yang berpotensi bermasalah. Karena itu, LPEI harus menindaklanjuti temuan-temuan BPK ini. Harus ada langkah strategis yang diambil LPEI di tengah semakin ketatnya likuiditas ditambah dengan semakin besarnya defisit pendapatan Pemerintah pada 2019.

Anis juga memberikan catatan untuk Non Performing Financing (NPF) dari LPEI yang termasuk tinggi. Berdasarkan data per 31 Desember 2019, NPF bruto LPEI sudah mencapai 23,39%, meningkat tajam dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 13,73%.

Angka tersebut sangat tinggi apabila dibandingkan dengan Bank-bank BUMN yang hanya berkisar antara 2-5%. Tingginya NPF ini seharusnya menjadi catatan tersendiri, terutama apabila LPEI akan dilibatkan dalam program stimulus perekonomian dalam rangka menangani wabah Covid.

Adapun terkait dengan Langkah Pemerintah memberikan tambahan PMN untuk LPEI, Anis menyatakan LPEI dapat menjadi Lembaga strategis untuk mendorong ekspor UMKM. Dalam siaran persnya, LPEI menyatakan baru bisa memfasilitasi sekitar 2200 UMKM hingga saat ini. Angka ini dinilai masih relatif sangat rendah dengan besarnya potensi yang ada. (tety)

Related posts

Intensifikasi Ekologi pada Kebun Sawit Nasional

Tety Polmasari

Dituduh Memeras 3 Pria Diamankan Polisi

Tety Polmasari

China Terapkan Predatory Pricing, M Toha: Erick Jangan Biarkan BUMN Semen Berjuang Sendirian

Akhir Tanjung

Leave a Comment