11.7 C
New York
11/05/2021
Aktual

Berkat EPO Daewoong Infion, JKN Mampu Kurangi Beban Pengobatan Pasien PGK Hingga 60 Persen

JAKARTA (Pos Sore) — Berdasarkan survei Kementerian Kesehatan tahun 2018, prevalensi penyakit ginjal kronis (PGK) di Indonesia mencapai 3,8 orang per satu juta penduduk. Angka ini meningkat dari 2,0 orang pada 2013. Itu berarti, ada 3.800 orang dari satu juta masyarakat Indonesia menderita PGK yang meningkat sekitar 1,9 kali lipat selama lima tahun.

Dengan meningkatnya jumlah pasien, biaya pengobatan menjadi masalah. Sekitar 60% pasien PGK membutuhkan cuci darah. Namun, biaya pengobatan untuk penyakit tersebut dapat mencapai Rp2,6 triliun. Ini menjadi biaya perawatan kesehatan tertinggi kedua dari semua penyakit di Indonesia setelah penyakit kardiovaskular.

Kehadiran obat EPO atau Erythropoietin produksi Daewoong Infion, perusahaan farmasi yang memiliki pabrik produksi biosimilar pertama di Indonesia, mampu menekan biaya perawatan pasien gagal ginjal kronis. EPO adalah pengobatan anemia untuk pasien gagal ginjal yang menjalani cuci darah dan untuk pasien kanker.

Sejak 2017, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menyediakan perawatan untuk pasien penyakit ginjal kronis (PGK). EPO Daewoong Infion pertama kali dirilis di pasar Indonesia pada 2017 dan telah digunakan sebagai pengobatan anemia untuk pasien cuci darah dan pasien kanker.

Karena cakupan asuransi pengobatan penyakit ginjal kronis, sebagian besar pasien biasanya mendapatkan perawatan EPO dua kali sebulan. EPO dari Daewoong Infion ini menjadi pilihan pengobatan anemia yang terjangkau untuk untuk mengatasi jumlah pasien penyakit ginjal kronik yang terus meningkat.

Daewoong Infion mampu mengurangi beban biaya pengobatan dengan menghadirkan produk EPO ke dalam program JKN. Dengan demikian, pasien yang kurang mampu akan tetap mendapatkan perawatan berkualitas tinggi.

Sebelum produk EPO dari Daewoong Infion tersedia, semua perawatan menggunakan obat impor yang mahal. Namun, melalui produksi langsung Daewoong Infion EPO di dalam negeri, penghematan harga obat asuransi dapat ditingkatkan dari 40% menjadi 60%.

Chang- woo Suh, President Director Daewoong Infion, mengatakan, Daewoong Infion berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia dengan menyediakan obat-obatan unggul dan aman dengan harga yang terjangkau.

Daewoong Infion juga tetap menghormati agama dan budaya Indonesia dengan menyediakan produk EPO bersertifikasi halal sebagai obat yang diturunkan dari sel hewan pertama di dunia.

“Kami berencana memimpin pengembangan dan menjadikan Indonesia sebagai kiblat biofarmasi dengan melakukan penelitian, mengeksplorasi biofarmasi baru melalui kerjasama terbuka dengan pemerintah dan perguruan tinggi Indonesia,” tandasnya.

Catat Pertumbuhan Solid di Pasar Indonesia
Formulasi EPO dari Daewoong Infion mampu
mencatatkan pertumbuhan yang solid di pasar Indonesia. Daewoong Infion memperkuat posisinya dengan mendapatkan sertifikasi halal.

Nilai penjualan EPO Daewoong Infion tahun lalu melebihi Rp100 miliar. Angka ini meningkat 21% dibandingkan dengan penjualan tahun 2019. Produk EPO dari Daewoong Infion mampu mencatatkan mencapai kinerja yang solid dan mencapai tingkat pertumbuhan dua digit setiap tahunnya sejak diluncurkan.

Angka peningkatannya hingga 68% pada 2019 dan 21% pada 2020 dibandingkan dengan tahun 2018 berkat strategi lokalisasi menyeluruh perusahaan untuk membangun pusat penelitian, pengembangan, dan produksi di Indonesia.

Produk EPO dari Daewoong Infion telah mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI pada Januari tahun lalu. Dan, ini berarti Daewoong Infion telah berkontribusi mengamankan daya saing industri bio dalam negeri dengan memproduksi solusi murni EPO dan produk jadi.

Daewoong Infion juga ingin berkontribusi terhadap perkembangan industri bio di dalam negeri melalui transfer teknologi. Selain itu, Daewoong Infion mempercepat penelitian obat bio baru melalui kolaborasi edukasi dan industri secara terbuka dengan pemerintah Indonesia, universitas, dan pihak lainnya. (tety)

Related posts

Menkop Targetkan Smesco Festival 2015 Bukukan Transaksi Rp40 M

Tety Polmasari

Politisi PKS Dukung Rencana Pemerintah Ganti LPG Dengan Dimethyl Ether

Akhir Tanjung

1000 Organisasi Perempuan Indonesia, Menteri BUMN: RI Punya Kekuatan Atasi Persoalan Bangsa

Tety Polmasari

Leave a Comment