17.5 C
New York
13/05/2021
Aktual Kesra

Peringati Hari Perempuan Internasional, Giwo Rubianto: Kowani Konsisten Upayakan Kesetaraan Gender

JAKARTA (Pos Sore) — Hari Perempuan Internasional International Women’s Day (IWD) yang diperingati setiap 8 Maret, di seluruh dunia, menurut Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., menjadi momentum penting, terkhusus bagi perempuan Indonesia.

IWD dengan tema ‘Choose To Challenge’, seolah ingin meneguhkan konsistensi perjuangan kaum perempuan dalam menyuarakan bias dan ketidaksetaraan gender. Pose mengangkat satu tangan tinggi-tinggi menjadi simbol komitmen perempuan menantang setiap bentuk ketidaksetaraan, bias gender, dan membantu membentuk dunia yang inklusif.

Karena itu, Kowani menyambut baik IWD tahun ini. Sebagai satu wadah federasi beranggotakan hampir 100 organisasi wanita di Indonesia, Kowani secara konsisten terus mengupayakan kesetaraan gender.

Selain itu, terus mendorong perempuan Indonesia sebagai ‘Ibu Bangsa’ untuk dapat berperan aktif, baik di ruang domestik sebagai ‘guru’ utama bagi generasi penerus bangsa, juga di ruang publik guna eksis dan mampu berkarya bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Setahun pandemi Covid-19 di Indonesia kian menguatkan peran perempuan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Perempuan yang biasanya bekerja di luar rumah, dengan adanya pandemi waktu kerja di luar berkurang dan dimanfaatkan semaksimal mungkin di dalam keluarga untuk meningkatkan kualitas keluarga.

“Ini menunjukan perempuan bisa berbuat banyak selama masa pandemi. Termasuk meningkatkan kualitas pendidikan di dalam keluarga. Waktu pandemi ini kita pergunakan semaksimal mungkin,” tambah Giwo, terkait peringatan Hari Perempuan Internasional, Selasa (8/3/2021).

Menurutnya, perempuan Indonesia haruslah menjadi pribadi yang merdeka melaksanakan dharma. Kowani sendiri melalui berbagai kesempatan secara aktif mendorong perempuan Indonesia untuk maju dan berkarya dalam berbagai bidang.

Giwo melanjutkan, saat ini, dunia telah memasuki era 5.0. Perempuan Indonesia pun harus siap menjawab tantangan zaman dalam masyarakat 5.0. Kita tidak ingin dipaksakan seperti masa pandemi masuk dalam era industri 4.0. Meski disadari tantangan masih dihadapi oleh perempuan Indonesia, baik diskriminasi maupun tindak kekerasan.

“Namun jangan menyurutkan spirit kaum perempuan untuk maju dan bangkit menghadapi tantangan kemajuan teknologi yang demikian pesat. Perempuan tidak mau disingkirkan. Perempuan harus cerdas, jangan kalah dengan kecerdasan buatan atau artificial intelegent,” tandasnya.

Kita, tambahnya, harus membiasakan diri dan siap dengan era ini. Bagaimana perempuan bisa masuk Society 5.0 kalau gaptek (gagap teknologi). Giwo pun mengajak perempuan Indonesia memanfaat era teknologi saat ini dengan banyak belajar, menambah ilmu.

“Kan bisa saat ini kita menambah ilmu, sambil mendidik anak-anak, sambil komunikasi dengan keluarga,” jelasnya.

Giwo menambahkan, Hari Perempuan Internasional menjadi saatnya perempuan melakukan refleksi serta meneguhkan harapan bagi perempuan Indonesia untuk bergerak maju. Saatnya perempuan Indonesia menunjukkan kemampuan dan jati dirinya sebagai Ibu Bangsa yang produktif, inovatif, kreatif dan inklusif. (tety)

Related posts

Lakukan Penangkapan Ikan Ilegal, KKP Tangkap 2 KIA Berbendera Filipina

Tety Polmasari

Pasar Mama-mama, Wujud Komitmen KPPPA Tingkatkan Akses Ekonomi Perempuan Papua

Tety Polmasari

Kearsipan Juga Perlu Audit dan Pengawasan

Tety Polmasari

Leave a Comment