17.5 C
New York
13/05/2021
Aktual Gaya Hidup

Atasi Gawat Darurat Medis, RS Premier Jatinegara Luncurkan Layanan Tele-Emergency dan Tele-Stroke

JAKARTA (Pos Sore) — Rumah Sakit Premier Jatinegara (RSPJ) tepat di usianya yang ke-32 tahun (berdiri pada 25 Maret 1989) meluncurkan dua layanan kesehatan gawat darurat berbasis konsultasi online yakni Tele-Emergency dan Tele-Stroke, Kamis (25/3/2021).

Lewat layanan Tele-Emergency dan Tele-Stroke, masyarakat yang berada di kondisi gawat darurat kapan saja dan di mana saja, bisa menghubungi hotline emergency RS Premier Jatinegara di nomor 1500907 dan akan langsung terhubung dengan tim dan dokter yang diperlukan melalui video call.

Layanan Tele Eemergency adalah layanan yang memungkinkan pasien untuk dapat berkonsultasi langsung dengan dokter umum gawat darurat maupun spesialis secara online.

Setelah pasien menghubungi call center yang tersedia. Dokter dan perawat akan melakukan triage. Triase IGD adalah proses penentuan atau seleksi pasien yang diprioritaskan untuk mendapat penanganan terlebih dahulu di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit.

Pihak rumah sakit juga akan menentukan apakah pasien memerlukan penjemputan ambulance atau tidak. Jika membutuhkan ambulan, RS akan membantu pasien untuk sampai ke RS tepat waktu.

Sebaliknya, jika tidak membutuhkan layanan ambulance, perawat akan mengirimkan link google form untuk menyambungkan akses konsultasi dengan dokter melalui Doxy.Me.

Dengan layanan Tele Emergency ini kita akan mendapatkan arahan terhadap langkah-langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan oleh pasien untuk menghindari terjadinya perburukan sambil menunggu layanan ambulans tiba di lokasi jika dibutuhkan.

Yang perlu diketahui IGD RS Premier Jatinegara adalah area aman bebas Covid-19 karena telah diatur terpisah dengan IGD zona Merah yang dikhususkan untuk pasien suspek Covid-19.

Sedangkan untuk Layanan Tele Stroke, sebagaimana namanya lebih spesifik menangani kegawatdaruratan stroke yang kecepatan waktu penanganan sangat signifikan dibutuhkan bagi pemulihan pasien atau yang kita kenal dengan istilah Golden Period.

Dengan layanan ini, perawat atau pihak rumah sakit yang menerima telepon dari pasien akan mengarahkan pasien untuk datang ke IDG RS PJ. Karena bagaimanapun, waktu sangatlah berharga untuk seseorang yang terkena stroke.

Tapi sebelum ke rumah sakit, deteksi dini atau kecurigaan apakah pasien mengalami stroke amat penting untuk menentukan faktor ketepatan dan kecepatan penanganan pada pasien. Melalui video call ini pihak pasien dapat menginformasikan kondisi pasien sehingga dokter bisa memberikan penanganan yang lebih cepat dan tepat.

Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir

Setelah berada di IGD, perawat dan dokter akan melakukan diagnostic CT Scan/MRI, trombolisis dan Trombektomi. Langkah selanjutnya adalah perencanaan lepas rawat berupa telekonsultasi.

Kehadiran dua layanan kesehatan yang inovatif ini, diapresiasi oleh Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir. Menurutnya, ini adalah inovasi yang tepat dikembangkan, terlebih pada masa pandemi ketika begitu banyak pasien yang mengalami kekhawatiran mengunjungi rumah sakit.

Adanya dua layanan ini menunjukkan pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini, membawa hikmah. Kreativitas dan inovasi baru bermunculan. Berbagai bentuk pengembangan telemedicine menjadi salah satu jembatan penghubung dan menjadi solusi pertolongan pertama bagi masyarakat.

Telekomonikasi dokter dengan pasien akan dapat meminimalisir angka kunjungan masyarakat ke rumah sakit serta dapat merespon pertolongan pertama pada masyarakat.

“Dengan adanya Tele Eemergency dan Tele Stroke di RS Premier Jatinegara ini saya berharap penanganan dan respon terhadap kasus kedaruratan medik maupun stroke bisa dilakukan lebih cepat, dan tepat sehingga kejadian yang tidak diinginkan bisa diminimalisir,” lanjut Abdul Kadir.


Direktur RS Premier Jatinegara dr Susan Ananda MARS menjelaskan, layanan Tele Emergency dan Tele Stroke ini melibatkan banyak dokter spesialis. Perawat-perawat yang terlibat juga sangat berkompeten di bidangnya. Dengan penanganan yang cepat, maka kejadian yang tidak diinginkan bisa diminimalisir.

“Kami berharap dua layanan berbasis internet ini akan lebih memudahkan masyarakat, tidak hanya di DKI Jakarta tetapi juga di luar Jakarta untuk mengakses layanan kesehatan di RS Premier Jatinegara. Terutama bagi masyarakat yang masih memiliki kekhawatiran mengakses layanan kesehatan sejak adanya pandemi Covid-19,” ujarnya.

Layanan Tele Emergency dan Tele Stroke ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses secara cepat dan tepat, serta memberikan pendampingan bagi masyarakat Indonesia dalam kondisi dan keadaan darurat medis untuk meningkatkan keselamatan pasien. Sesuatu yang selalu menjadi prioritas utama bagi RS Premier Jatinegara.

“Kehadiran dua layanan ini menjadi salah satu strategi yang dilakukan oleh RS Premier Jatinegara untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Ke depan, tidak menuntup kemungkinan dikembangkannya Tele Cardiac, Tele Pediatric dan lainnya,” tambahnya di peringatan hari ulang tahun RS Premier Jatinegara di Hotel Mulia Senayan.

Spesialis Bedah RSPJ dr. Sony Wijaya, Sp.B meyakini layanan ini dapat memberikan banyak manfaat terhadap penangananan gawat darurat pasien. Pada banyak kasus, pasien mengalami perburukan akibat kesalahan perawatan atau penundaan penanganan sebelum mendapatkan perawatan di rumah sakit, karena berbagai hal.

“Karena itu, layanan ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi pasien yang masih takut ke RS, dan sebagai upaya pencegahan terhadap kesalahan penanganan atau perawatan yang tertunda tersebut,” katanya.

Stroke Unit sendiri merupakan salah satu fasilitas unggulan, yang juga salah satu center of excellence dari RS Premier Jatinegara. Layanan yang dikepalai oleh dr. Sukono Djojoatmodjo,Sp.S telah dua kali dianugerahi penghargaan oleh World Stroke Organization sebagai salah satu Rumah Sakit dengan layanan stroke terbaik di Indonesia.

Dokter Sukono menjelaskan, stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Hal ini menyebabkan kematian sel-sel pada sebagian area di otak.

Untuk itu, diperlukan penanganan cepat untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang terkena stroke. Terlambat sedikit saja, maka dapat membahayakan jiwa. Salah satu cara mendeteksi dini gejala stroke adalah dengan metode BEFAST.

Metode BEFAST, yaitu Balance (vertigo), Eyes (gangguan penglihatan), Face (wajah mencong atau wajah tampak terkulai), Arm weekness (kelemahan atau kelumpuhan lengan), Speech (kesulitan bicara), Time (waktu atau saatnya memanggil bantuan ke nomor 1500907 atau 911)

“Stroke menjadi penyebab kematian dan kecacatan tertinggi. Karena itu, pihaknya terus melakukan pengembangan terhadap penanganan stroke,” ujarnya.

Di antaranya adalah layanan Tele Stroke sebagai produk yang dihasilkan oleh rumah sakit. Layanan ini akan menuntun pasien untuk mengetahui apakah kegawatdaruratan yang dialami stroke atau bukan. Jika stroke, maka pasien akan dibimbing agar segera medapatkan perawatan di Instansi Gawat Darurat.

Di RSPJ Instalasi Gawat Darurat telah bekerjasama dengan Stroke Unit dan ditunjang dengan fasilitas radiologi yang memadai sehingga memiliki kompetensi diagnosis yang sangat kompeten.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Ahli Emergensi Indonesia dr Bobby Prabowo SpEM, juga menyambut baik adanya layanan Tele Emergency. Jika umumnya rumah sakit melakukan pengembangan yang bersifat inhospital, RS Premier Jatinegara malah fokus menggarap pelayanan prarumah sakit.

“RS Premier Jatinegara sudah selangkah lebih maju dengan adanya layanan berbasis internet ini,” ujarnya. (tety)

Related posts

Buktikan Kepedulian, Anis dan Mardani Serahkan Bantuan Untuk Tenaga Medis RS Polri

Akhir Tanjung

Presiden Ambil Sumpah Anwar Usman

Tety Polmasari

DPR: Izin Pembukaan Hutan Harus Dievaluasi

Tety Polmasari

Leave a Comment