22.3 C
New York
14/06/2021
Aktual

FOI – ABC – JNE Kolaborasi Berbagi Kebersamaan di Bulan Ramadan untuk Korban Bencana Alam

JAKARTA (Pos Sore) — Foodbank of Indonesia hadir untuk mengatasi kesenjangan pangan di masyarakat. Dan, di bulan Ramadan ini bergerak melalui Gerakan Mereka Butuh Kita (GMBK) untuk membantu korban bencana alam. PT Heinz ABC Indonesia (Heinz ABC) dengan merk ABC dan JNE turut mendukung gerakan tersebut.

ABC yang telah menemani keluarga Indonesia sejak 1975 melalui program sosial Gerakan ABC berbagi Kebersamaan Ramadan dengan Korban Bencana Alam, yang dimulai sejak Ramadan tahun lalu mendonasikan sebanyak 110000 paket bantuan pangan yang akan disalurkan ke-15 wilayah di pulau Jawa.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Indonesia telah mengalami lebih dari 800 bencana alam pada periode Januari hingga Maret
2021 mulai dari gempa hingga banjir. Dan, ini berdampak bagi 4.138.853 penduduk Indonesia khususnya yang berada di Pulau Jawa. Mereka banyak mengalami kerugian dan kehilangan.

Foodbank of Indonesia (FOI) sebagai salah satu organisasi sosial yang membantu masyarakat dengan membuka akses pangan pun bergerak secara kolaboratif untuk membantu meringankan beban korban bencana alam.

Dukungan dari ABC dan PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), serta para relawan di berbagai daerah membuat 110000 paket bantuan pangan dapat tersalurkan bagi wilayah Jakarta dan Jawa Timur.


Steven Debrabandere, Presiden Direktur PT Heinz ABC Indonesia, menyampaikan, Gerakan ABC Berbagi Kebersamaan Ramadan dengan Korban Bencana Alam membantu dalam memastikan ketersediaan paket bantuan pangan.

Masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam gerakan ini dengan membeli produk ABC di Alfamart dan Alfamidi. Setiap pembelian produk ABC pada periode 1 April – 15 Mei, masyarakat turut menyumbangkan Rp.1000 untuk berbagi kebersamaan kepada para korban bencana di Pulau Jawa.

Sebagaimana diberitakan, pada awal April lalu gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur. Gempa susulan pun terjadi keesokan harinya dengan kekuatan yang lebih rendah.

Salah satu desa yang terdampak gempa
adalah Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang karena
warganya di 6 RT harus merasakan dampak dari gempa yang terjadi.

Relawan FOI yang terjun langsung ke Desa Majangtengah menyampaikan sebagian warga desa harus tinggal di hunian sementara (huntara) yang terbuat dari terpal dan sebagian harus mengungsi di rumah warga yang mengalami kerusakan ringan.


Selain gempa, donasi pun diberikan kepada korban bencana banjir di Kabupaten Probolinggo salah satunya di Desa Dringu. Banjir di desa tersebut terjadi tiap tahunnya namun tahun ini banjir disertai pula dengan lumpur akibat tanggul jebol dengan ketinggian hingga dada orang dewasa.

Hingga saat ini warga masih dalam
tahap pemulihan dan masih berupaya membersihkan pemukiman dari lumpur. Salah satu penerima donasi dan korban bencana banjir, Yatmi menyampaikan
rasa kesedihan yang mendalam atas banjir yang terjadi

Perabotan rumahnya mengalami kerusakan ditambah banjir terjadi ketika kondisi perekonomiannya menurun akibat pandemi. Selain itu, ia dan keluarganya harus sampai mengungsi ke salah satu sekolah terdekat.

“Banjir terjadi memang tidak lama namun, dampak yang ditimbulkan sangatlah
merugikan karena banyak barang saya yang rusak dan hanyut padahal kondisi ekonomi keluarga saya sedang menurun dan untuk membersihkan lumpurnya sendiri butuh waktu hingga saat ini belum benar-benar bersih,” ungkapnya.

Proses penyaluran dilakukan door to door oleh relawan FOI setiap daerah agar
memastikan setiap mereka yang berhak mendapatkan bantuan berupa donasi paket
bantuan pangan. Penerima manfaat di Kabupaten Malang dan juga Probolinggo pun sangat antusias dan bersyukur atas bantuan donasi yang diberikan.


Hendro Utomo, pendiri Foodbank of Indonesia, berharap dengan adanya
kegiatan ini dapat meringankan beban mereka yang terdampak bencana serta
menunjukkan dengan semangat kebersamaan dapat memberikan dampak
yang besar khususnya bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Menurutnya, adanya gotong royong antara lembaga masyarakat, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam kegiatan ini serta pergerakan ribuan relawan membantu ribuan korban terdampak bencana alam adalah modal sosial yang akan kembali
membangkitkan saudara-saudara kita sekaligus membangun harapan mereka.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kontribusi luar biasa yang telah diberikan oleh PT. Heinz ABC Indonesia dan JNE serta seluruh relawan yang berjuang tak kenal lelah,” ujar Hendro.

Kolaborasi ini adalah langkah yang tepat khususnya ditunjukkan bagi para korban
bencana alam di tengah kondisi pandemi COVID-19 dan bertepatan dengan
datangnya bulan Ramadan.

Steven Debrabandere menambahkan, pihaknya melihat situasi yang menantang terus terjadi di masa pandemi bagi keluarga Indonesia, yang sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan. Banyaknya daerah di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, yang terkena bencana alam di saat pandemi, menjadi periode yang menantang sepanjang kuartal pertama 2021.

“Melalui program ini kami ingin membantu keluarga Indonesia yang tertimpa bencana di bulan suci ini. Karena itu, Ramadan
menjadi momen yang tepat untuk melanjutkan komitmen kami untuk Indonesia yang lebih baik dan kami juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung gerakan ini,” tutur Steven Debrabandere, Presiden Direktur PT Heinz ABC Indonesia. (tety)

Related posts

Kementerian Ristek Dikti Peringati Hari Pendidikan Nasional 2015

Tety Polmasari

Peduli Kesehatan Lansia, CIMB Niaga Kembali Gelar The Color Run

Tety Polmasari

Pemerintahan Koalisi Tak Punya Arah, Anis: Kita Butuh Pemimpin Visioner dan Eksekutor

Akhir Tanjung

Leave a Comment