22.3 C
New York
14/06/2021
Aktual Ekonomi

Resmikan Gedung Baru, Menkop Dorong KPRI RSCM Jadi Vendor Alkes

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki meresmikan kantor Koperasi Jasa dan Transformasi Digital Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo, di Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Teten mengapresiasi layanan anggota koperasi di RSCM yang sudah menerapkan digitalisasi. Walau koperasi kecil, tapi sudah digital dalam melayani anggota.

“Koperasi memang harus go digital, karena baru 0,7 persen koperasi yang sudah masuk digitalisasi,” kata Teten.

Menkop menyarankan koperasi ini harus masuk ke sektor produksi, seperti alat-alat kesehatan. Bila perlu, bangun jaringan seluruh koperasi yang ada di rumah sakit di seluruh Indonesia.

Ini bakal menjadi satu kekuatan besar dengan aneka unit usaha seperti herbal, alkes, dan sebagainya. Pada ujungnya akan menciptakan satu ekosistem bisnis dan sirkuit ekonomi yang saling menguntungkan.

Teten juga menegaskan pihaknya fokus dan menjadikan koperasi karyawan sebagai salah satu prioritas untuk dikembangkan.
“Dengan adanya Kopkar, maka tekanan terhadap kesejahteraan tidak hanya pada kisaran upah karyawan,” ulas MenkopUKM.

Menkop mendorong koperasi pegawai RSCM ini bisa menjadi vendor barang dan jasa pemerintah, khususnya alat kesehatan, mengingat sebanyak 40% pengadaan barang pemerintah senilai Rp460 triliun harus menyerap produk koperasi dan UMKM.

“Koperasi ini juga bisa mulai memproduksi produk substitusi impor dan bahkan untuk ekspor,” harap MenkopUKM. Terkait perkuatan permodalan koperasi, MenkopUKM menyebutkan ada LPDB-KUMKM yang bisa dimanfaatkan hingga Rp200 miliar dengan bunga sebesar 3% saja.

Dalam kesempatan yang sama, Dirut RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Lies Dina Liastuti mengatakan, pihaknya sudah melakukan kerja sama bisnis dengan koperasi (KPRI) dalam pengadaan barang dan jasa.

“Kita lakukan itu secara transparan dan profesional, tidak ada unsur KKN. Hasilnya juga baik,” ungkap Lies.

Lies pun berharap koperasi RSCM ini bisa lebih berkembang lagi sesuai koridor regulasi yang ada. Ada sekitar 5.300 pegawai dan 620 dokter yang masuk menjadi anggota koperasi.

Sementara itu, Ketua KPRI RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo, Koswara, mengatakan, koperasi yang sudah berusia 74 tahun ini semakin profesional setelah menerapkan layanan anggota secara digitalisasi.

“Layanan kita semakin profesional dengan digital. Bahkan, kita juga banyak bermitra dengan koperasi-koperasi lain di Jakarta,” kata Koswara.

Menurut Koswara, keberadaan koperasi pegawai RSCM ini sangat dibutuhkan banyak anggota, terutama untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan para anggota.

“Dan dengan gedung baru ini, kita bisa meningkatkan layanan kepada anggota. Juga sebagai wadah pertemuan para anggota serta bisa menjadi lahan bisnis selanjutnya bagi koperasi,” pungkas Koswara. (tety)

Related posts

‘The Rising 9 Designer Top Indonesia’

Tety Polmasari

BMKG: Hari Idul Fitri Diprediksi Hujan

Tety Polmasari

Pendidikan Kebangsaan Indonesia Diabaikan Pemerintah

Tety Polmasari

Leave a Comment