15.3 C
New York
27/09/2021
Aktual

Mengaku Kader Muhammadiyah, Anis Pernah Mondok di Ponpes Darul Arqam Makasar

JAKARTA, Possore.com– Salah satu organisasi keagamaan terbesar di tanah air, Muhammdiyah memiliki visi dan cakrawala yang jauh ke depan.

Visi dan cakrawala Muhammadiyah itu tumbuh dan berkembang seiring bertumbuhnya Indonesia sebagai bangsa.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Muhammad Anis Matta dalam keterangan pers yang diterima awak media, Senin (18/7). Itu dikatakan terkait Milad Muhammadiyah ke-112 yang jatuh Ahad 8 Dzulhijah Hijriyah atau Minggu (18/7).

Menurut Anis, pilihan berkhidmat dalam amal usaha pelayanan terutama pendidikan dan kesehatan menunjukkan visi dan cakrawala Muhammmadiyah yang jauh ke depan.

Pilihan berkhidmat itu, bisa dilihat dari azas kemanfaatannya dalam mengatasi krisis berlarut akibat pandemi Covid-19 seperti sekarang.

“Muhammadiyah kadang sunyi dari sorotan dan tepuk tangan, tapi visi dan cakrawala Muhammmadiyah sangat jauh ke depan, seperti kemajuan suatu bangsa bertumpu pada manusia,” kata politisi senior kelahiran Waledo, Bone, Sulawesi Selatan, 7 Desember 1968 tersebut.

Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi keagamaan terbesar selama ini, kata Anis, tidak bisa dilepaskan dari sejarah Indonesia.

Muhammadiyah didirikan 8 Dzulhijah 1330 Hijriah atau bertepatan dengan 18 November 1912 oleh KH Ahmad Dahlan di Kampung Kauman, Yogyakarta.

Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah untuk mengembalikan umat Islam di Indonesia kepada ajaran berdasar kepada Al Quran dan Hadits.

“Selamat milad Muhammadiyah ke-112. Pada momen yang baik ini, mari kita berdoa semoga Allah memberikan kasih sayangnya kepada bangsa Indonesia, terutama di masa yang penuh tantangan ini,” kata dia.

Anis merupakan kader Muhammadiyah. Ketua Umum DPN partai Gelora Indonesia ini pernah menjadi santri di Pondok Pesantren Darul Arqam, Gombara, Makassar, Sulawesi Selatan beberapa puluh tahun silam.
Darul Arqam merupakan lembaga pendidikan Muhammadiyah. Pesantren ini didirikan KH Abdul Djabbar Ashiri dibantu KH Abdul Djalil Tahir 50 tahun silam yang hingga saat ini masih terus eksis.

Dari laman resmi Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengungkapkan, sejumlah amal usaha yang bergerak di berbagai bidang, terutama pendidikan dan kesehatan, menjadikan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern terbesar di dunia.

“Karena itu, wajar kalau orang mengatakan Muhammadiyah adalah organisasi Islam modern terbesar di dunia,” kata Haedar.

Saat ini Muhammadiyah, kata Haedar, Muhammaiyah tercatat memiliki 163 Universitas, 23 ribu PAUD dan TK, 348 Pondok Pesantren, 117 Rumah Sakit, 600 klinik dan ribuan pendidikan dasar dan menengah.

Dengan amal usaha yang jumlahnya tidak sedikit itu, Muhammadiyah menurut Haedar, diharapkan dapat menjadi teladan bahwa Islam adalah dinul amal atau Islam adalah agama amaliyah.

”Islam sebagai dinul amal itu puncaknya nanti adalah Islam sebagai dinul hadharah, Islam menjadi agama peradaban yang maju yang kemudian kita sebut sebagai Islam Berkemajuan,” demikian Haedar Nashir. (decha)

Related posts

Bertemu Jokowi, Kepala BATAN: PLTN Tunggu Keputusan Presiden

Tety Polmasari

Cegah Gratifikasi Dan Korupsi, Kemnaker Gandeng KPK

Tety Polmasari

Amin Akui Ada Keluhan Masyarakat Soal Membengkaknya Tagihan Listrik

Akhir Tanjung

Leave a Comment