21.6 C
New York
18/09/2021
Aktual Ekonomi Internasional

Kemnaker Agendakan Empat Isu Prioritas Pada Presidensi G20 Tahun 2022

JAKARTA (Possore) — Bidang Ketenagakerjaan akan mengusung empat isu prioritas pada ajang G20 Tahun 2022 dengan tajuk Improving The Employment Concition to Recover Together (Memperbaiki Kondisi Ketenagakerjaan untuk Kembali Pulih Bersama).

Isu-isu prioritas itu adalah Sustainable Job Creation Towards Changing World of Work (Penciptaan Lapangan Kerja yang Berkelanjutan dalam Menghadapi Perubahan Dunia Kerja), Inclusive Labour Market and Job Quotas for people with Disabilities (Pasar Tenaga Kerja Inklusif dan Kuota Kerja bagi Penyandang Disabilitas), Human Capacity Development for Sustainable Growth of Productivity (Pengembangan Kapasitas Manusia untuk Pertumbuhan Produktivitas yang Berkelanjutan) dan Adaptive Labour Protection in the Changing World of Work (Perlindungan Tenaga Kerja Adaptif terhadap Perubahan Dunia Kerja).

Sekjen Kemnaker, Anwar sanusi ketika membuka Rapat Koordinasi Pembahasan Substansi Persiapan Pertemuan Kelompok Kerja Bidang Ketenagakerjaan G20 Presidensi Indonesia 2022 di Jakarta, Selasa (31/8) mengatakan pihaknya sudah melakukan banyak diskusi dalam rangka kurasi, pengayakan dan pemantapan keempat isu tersebut.

Untuk itu diperlukan pendekatan dan sasaran kebijakan yang mampu menciptakan penciptaan pasar kerja yang berkelanjutan dan inklusif, peningkatan kompetensi dan keterampilan angkatan kerja, serta kepastian perlindungan yang adaptif bagi semua pekerja di masa pemulihan dan era otomatisasi. Di samping Pendekatan lainnya yakni meningkatkan aksi kolektif global dalam rangka pemulihan sektor ketenagakerjaan akibat pandemi.

Menurut Sekjen Anwar Sanusi, pandemi COVID-19 telah mempengaruhi kondisi ketenagakerjaan secara global. Di mana terjadi hilangnya jam kerja sebesar 8,8 persen atau setara dengan 225 juta pekerjaan penuh waktu. Bahkan Orgaisasi Pemburuhan Internasional (ILO) memperkirakan pengangguran global meningkat sebesar 33 juta atau sebesar 1,1 persen.

Tantangan besar lainnya, lanjutnya, adalah perubahan pasar tenaga kerja karena revolusi industri dan transformasi teknologi. Banyak ahli melihat pandemi COVID-19 telah secara masif mempercepat proses otomatisasi melalui transisi digital dan penyesuaian terhadap proses

Di sisi lain, kondisi kerja penyandang disabilitas juga menjadi perhatian besar. Berdasarkan data WHO dan World Bank Report on Disability tahun 2011, lebih dari 15 persen dari total populasi global atau setara dengan 1 miliar orang hidup dengan disabilitas, dan 3 persennya adalah orang-orang yang menyandang disabilitas cukup serius.

Tingginya jumlah tersebut menunjukkan bahwa masalah ini membutuhkan perhatian kita bersama untuk memberikan mereka akses peningkatan keterampilan dan akses pasar tenaga kerja yang lebih luas, serta perlindungan yang memadai di tempat kerja, sehingga penyandang disabilitas memiliki daya saing dan produktivitas yang setara di pasar kerja lokal maupun global. (hasyim)

Related posts

Bulog Jamin Ketersediaan Beras Jelang Natal hingga Tahun Baru Aman

ARYODEWO

Pernyataan Sikap Sekber Pemenangan Cagub Kalsel Nomor Urut 2

Tety Polmasari

Politeknik Negeri Media Kreatif Dipercaya Kemnaker Berikan Pembekalan Calon Instruktur BLK Komunitas

Tety Polmasari

Leave a Comment