21.6 C
New York
18/09/2021
Aktual Nasional

Fungsionaris FKPD-PD : Arogansi Kubu Cikeas Sangat Memalukan

JAKARTA (Pos Sore) — Fungsionaris Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat (FKPD-PD) Willem Frans Ansanay mengaku miris atas sikap arogansi yang dipertontonkan oleh pendukung Agus Harimurti Yudhoyono yang ingin membubarkan Haul Para Pendiri.

Mantan pengurus Demokrat di era kepemimpinan Hadi Utomo dan Anas Urabaningrum ini menagatakan sikap arogansi yang ditunjukkan loyalis Agus Harimurti tersebut sangat bertentangan dengan apa yang telah diajarkan oleh para Pendiri Partai Demokrat.

“Acara haul yang diselenggarakan oleh Para Pendiri tersebut tidak atss nama siapa-siapa apalagi disebut-sebut mewakili DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang maupun versi Cikeas. Itu murni acara para pendiri partai. ” kata Frans, Sabtu  (11/9).

Mereka yang mendirikan Partai dan menghantarkan SBY hingga duduk di kursi empuk selama dua periode atau 10 tahun sebagai Presiden RI. Jadi sangat aneh dan memalukan ketika pengikut putra SBY membubarkan haul tersebut. Bahkan dengan arogan mencopot backdrop acara yang ada emnel-emnbel partai demokrat.

Frans bertanya, apakah itu yang diajarkan oleh kubu Agus Harimurti? Apakah itu yang disebut partai terbuka yang mengedepankan demokrasi?

Frans juga membandingkan, ketika kubu Agus Harimurti mengadakan acara HUT kemarin, para pendiri juga tidak cawe-cawe dan membuat aksi. Itulah sikap yang yang sangat demokratis yang ditunjukkan oleh pendiri.

“Harus diingat, Partai Demokrat berdiri  karena perjuangan dan keringat bercampur darah para Pendiri.”

Karena itu, sambungnya,  perlakuan itu membuatnya prihatin dan  miris serta malu melihat sikap arogansi yang ditunjukkan oleh loyalis Cikeas yang ingin membubarkan acara haul Pendiri. Apalagi, sikap bar-bar tersebut dihadiri anggota DPR RI dan Bupati Lebak.

Akibat sikap arogansi yang dipertontonkan oleh Anggota DPR RI dan Bupati itu, publik dapat melihat kualitas dari mereka.

Jadi, Analoginya, Sambung Frans, Ibu Kandung merayakan Ulang Tahun anaknya, tapi ibu tirinya marah-marah.

“Jika Kubu Cikeas cerdas, seharusnya AHY hadir dalam acara haul tersebut. Itu akan berdampak sangat positif baginya. Bukan datang dan menunjukkan sikap arogansi dan bar-bar. Itupun kalau AHY menjunjung tinggi demokrasi,.

“Mengherankan haul Pendiri kok Mau dibubarkan, apakah itu demokrasi yang dianut Kelompok Cikeas,” Tanya Frans. (hasyim)

Related posts

Garuda Indonesia Terima Penghargaan “Indonesia’s Most Admired Companies 2014”

Tety Polmasari

Five Easy Simple methods to Work With Troublesome Persons Within a Project Supervision Environment

Tety Polmasari

Hidayat Resah Ekspor Furnitur RI ‘Keok’ Dibanding Vietnam

Tety Polmasari

Leave a Comment