21.6 C
New York
18/09/2021
Aktual Nasional

Bamus Papua : Hoax, Isu Pengusiran Sekda Papua Oleh DPR Papua

JAKARTA (Pos Sore) Ketua Umum Badan Musyawarah Papua-Papua Barat, Willem Frans Ansanay (WFA) menyatakan prihatin dan menyayangkan adanya penggiringan opini oleh sebuah media online yang menyebutkan telah terjadi pengusiran oleh Ketua DPRP (Dewan perwakilan Daerah Papua) terhadap Plt. Sekda Papua Ridwan Rumasukun sesaat sebelum Rapat kerja pembahasan Raperdasi/Raperdasus berlangsung antara Pemda Papua dan DPRP.

WFA kepada Possore.com, Selasa (14/9) mengatakan Ketua DPRP Papua, Jhonny Banua Rouw dan Wakil Ketua III DPRP Yulianus Rumbairussy sudah melakukan klarifikasi bahwa pihaknya tidak pernah melakukan pengusiran kepada Plt. Sekda Papua.

Mengutip keterangan Ketua DPRP Papua yang sudah dipublish, WFA mengatakan bahwa, Rapat Paripurna DPRP itu dalam rangka Pembahasan materi Raperdasi/Raperdasus Non APBD dilakukan dengan kehadiran anggota 50 persen dan sisanya mebgiktui sidang secara virtual.

Kehadiran Plt.Sekda Papua Ridwan Rumasukun dalam sidang tersebut berdasarkan surat penugasan Gubernur Papua, untuk mewakili Gubernur dalam menghadiri rapat paripurna dan melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Gubernur .
Saat Plt. Sekda Ridwan Rumasukun hendak menyampaikan pidato penjelasan kepala daerah, terjadi interupsi yang dilakukan oleh pimpinan dan beberapa anggota dewan yang mempersoalkan dan mempertanyakan dualisme jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Papua.

Karena adanya dinamika yang terjadi ini, akhirnya Ridwan Rumasukun memilih untuk turun dari mimbar dan keluar meninggalkan ruang rapat paripurna.

“Sehingga tidak benar bahwa Ketua/Pimpinan Dewan dan Anggota DPR Papua mengusir Bapak Ridwan Rumasukun dari ruang Rapat Paripurna,” tandas WFA mengulangi pernyataan Ketua DPR Papua, Jhony Banua Rouw.

Bamus Papua-Papua Barat berterima kasih kepada pimpinan DPRP yang gtelah meluruskan berita tersebut sembari menambahkan bahwa Persaingan jabatan Sekda Papua ini semakin seksi dan patut diduga ada kepentingan-kepentingan yang tiddk substantif di dalamnya.

“Hal ini sangat mengganggu kinerga pemerintahan daerah. Sebaiknya Dance Flassy yang tidak didukung Gubernur Papua meletakan jabatan daripada mempertahankannya karena tidak sejalan dengan Gubernur.”

Bersikap gentlement dengan meletakkan jabatan adalah sikap ksatria demi kelangsungan pembangunan di Papua. Masih banyak jabatan ditempat lain. Oleh karena itu Bamus Papua – Papua Barat mendesak Mendagri segera menggesernya dan ditempatkan di pos yang lain serta mendefinitifkan Ridwan Rumasukun sebagai Sekda Papua.

Ketua DPD Barisan Merah Putih DKI Jakarta ini meminta generasi muda yang cinta NKRI untuk tidak larut dalam permainan yang diciptakan terkait isu sekda papua. “Tugas kita adalah mengawal keutuhan bangsa, kita serahkan pemerintahan kepada mereka yg tahu mengatur dan jika salah kita bisa koreksi atau evaluasi kinerjanya.”

Sebelumnya diberitakan oleh sebuah media online bahwa Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Propinsi Papua menolak kehadiran Plt Sekda Papya M Ridwan Rumasukun. Kehadiran ini ditolak oleh Ketua DPRP dan sejumlah Anggota DPRP Papua saat mau membaca sambutan Sekda Papua. (hasyim)

Related posts

Bank bjb Cetak Laba Bersih Rp1,37 Triliun

Tety Polmasari

Komut BTN Luncurkan Buku Leadership

bambang tri

Kunjungi Lokasi Terdampak Bencana di Jawa Timur, Menteri Bintang: Perempuan dan Anak Perlu Keterampilan Mitigasi

Tety Polmasari

Leave a Comment