6.1 C
New York
29/11/2022
Aktual

3 Pencuri Spesialis Rumsong Dibekuk

DEPOK (Pos Sore) – Tiga pencuri spesialis rumah kosong (Rumsong) dan satu penadah dibekuk anggota Buser Polsek Pancoran Mas di rumahnya kawasan Tanah Baru, Beji, Kota Depok, Senin (27/11) malam. Salah satu pelaku masih status pelajar dan disebut sebagai penadah.

Keempat tersangka yang diamankan yaitu DT, 20, sebagai “kapten” komplotan, BM alias Bocor, 22, F, 20 dan penadah G,18 diketahui sebagai pelajar SMA kelas 3. Mereka dibekuk tim buser dipimpin Panit Buser Polsek Pancoran Mas Ipda Sunarso.

Peristiwa tersebut terungkap, berawal saat pemilik rumah di belakang Balai Desa Rangkapan Jaya, Pancoran Mas, Minggu (26/11), sempat memergoki pelaku berada di dalam rumahnya ingin mencuri. Korban diancam pakai pisau, kemudian kabur. Untungnya ada barang milik pelaku tertinggal di lokasi kejadian.

Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Roni Agus Wowor menyebutkan hasil penyelidikan petugas yang memeriksa barang pelaku diketahui tempat persembunyiannya.

Selanjutnya, Ipda Sunarso bersama anggotanya menangkap salah satu pelaku yakni DT di rumahnya kawasan Tanah Baru, Beji, Kota Depok, Senin (27/11) malam.
“Hasil introgasi petugas dari pengakuan DT, kembali mengamankan temannya yang lain yaitu BM alias Bocor, F, dan G di Depok juga,”ungkap Kapolsek, Selasa (28/11) pagi.

Roni menjelaskan pelaku rata-rata pemain lama dan juga ada yang pernah keluar masuk penjara. “DT sebagai kapten, keterangan anggota pernah dihukum di Lapas Bogor karena kasus serupa yaitu Rumsong. Modusnya selalu menyasar rumah dengan keadaan kondisi lampu menyala di siang hari dan gerbang tergembok. Pelaku masuk dengan cara mencongkel pintu jendela dengan obeng,” tuturnya.

Berdasarkan keterangan pelaku tercatat sudah 21 kali beraksi, paling banyak di daerah Pancoran Mas. “Meski masih muda pelaku juga terbilang sadis, lantaran setiap beraksi kerap membawa senjata tajam jenis belati jika kepergok tidak segan-segan melukai siapa saja yang ada di depannya. Barang yang dicuri pelaku adalah laptop, tv, arloji, perhiasan, uang, dan motor,” tegasnya.
Mereka beraksi sudah dua tahun. Hasil curiannya dijual ke penadah sekitar Rp. 1 – 2 juta untuk elektronik seperti tv dan laptop.

“Pelaku ini menjual hasil curian ke penadah G. Kemudian G kembali menjual barang yang dibeli melalui online. Selain itu untuk mengelabuhi petugas G ini mengontrak tempat juga membuka usaha jual pulsa,” jelasnya.

Barang bukti hasil kejahatan pelaku yang diamankan, yakni satu kotak berisi cincin batu akik, jam tangan , dua laptop, PS 2, kamera digital, dua belati.

“Untuk mempertanggung-jawabkan perbuatan pelaku akan dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan, kasusnya masih kita kembangkan masih mengejar kawanan pelaku lain yang masih belum ketangkap” tutupnya. (marolop)

Leave a Comment