6.1 C
New York
29/11/2022
Aktual Internasional Nasional

ANRI Gelar Konferensi Internasional “Bandung-Belgrade-Havana in Global History and Perspective”

JAKARTA (Pos Sore) — Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Universitas Udayana, Bandung Spirit Scholars dan Social Movement Activists menyelenggarakan konferensi internasional.

Konferensi ini bertema “Bandung- Belgrade-Havana in Global History and Perspective: “What Dreams, What Challenges, What Projects, for a Global Future”.

Jika diartikan, konferensi internasional Bandung-Beograd-Havana dalam Kerangka Sejarah dan Pemikiran Global: Impian, Tantangan dan Perencanaan Masa Depan.

Konferensi internasional tersebut dilaksanakan secara berseri di kota Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali. Adapun helatan pertama dilaksanakan di Jakarta dengan ANRI sebagai tuan rumah.

Pada pembukaan acara, Kepala ANRI, Imam Gunarto, menyampaikan, konferensi ini sebagai upaya penyebarluasan informasi arsip Konferensi Asia Afrika dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan Nonblok, serta membangkitkan kembali semangat Bandung Spirit pada era globalisasi.

Menurutnya, eksistensi Indonesia dalam helatan momen penting berskala internasional ini tidak lepas atas peran Indonesia pada masa lalu.

Seperti pada saat penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika yang dilanjutkan dengan Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Nonblok.

“Karena itu, penyelenggaraan konferensi
masih sangat relevan dengan kondisi saat ini,” katanya, Senin 7 November 2022, di gedung ANRI, Ampera, Jakarta Selatan.

Hal yang sama juga disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Annas.

Ia menyampaikan semangat Dasa Sila Bandung menjadi modal bagi bangsa di Asia dan Afrika untuk saling bekerja sama dengan tetap menghormati kedaulatan masing-masing.

Semangat yang sama pula mendorong pemimpin bangsa untuk mencetuskan
Gerakan Nonblok yang membawa anggotanya untuk tidak larut dalam konflik
negara-negara besar.

Sementara itu, Inisiator dan Koordinator Konferensi Bandung-Belgrade-Havana,
Darwis Khudori, menyampaikan, kegiatan ini didasarkan untuk mengingat dan menunjukkan pada dunia terkait pertemuan di 3 kota yang bermakna penting bagi perdamaian, yakni Bandung, Belgrade
(Beograd), dan Havana.

Selain itu, konferensi ini juga sebagai community based conference dengan beragam ide dan pandangan dari seluruh peserta berbagai dunia.

Penyelenggaraan konferensi ini juga tidak terlepas dari peran penting arsip. Duta Arsip, Rieke Dyah Pitaloka,
mengatakan, arsip Bandung-Beograd-Havana menjadi petunjuk untuk membebaskan dunia dari ketertindasan, kebodohan, kemiskinan, ketimpangan, dan kehinaan. Arsip juga membentangkan perjalanan peradaban dunia.


Presiden ke-5 Indonesia, Megawati Soekarnoputri pun mengajak agar momen ini dapat saling menguatkan solidaritas
antarbangsa.

Melalui Konferensi Bandung-Belgrade-Havana diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menyelesaikan konflik tanpa melalui perang.

Penyelesaian bisa dengan musyawarah
dan mufakat, mengedepankan solidaritas dan kerja sama bangsa-bangsa untuk
meningkatkan kualitas kehidupan seluruh umat manusia.

Konferensi internasional Bandung- Belgrade-Havana in Global History and
Perspective yang dilaksanakan di Jakarta dikemas dalam tiga sesi diskusi panel.

Sesi pertama dan kedua membahas para pemimpin dunia yang memeliki
keterkaitan dengan penyelenggaraan Konferensi Bandung-Beograd-Havana.

Sesi ketiga mengulas Konferensi Asia Afrika dan KTT Nonblok dalam Arsip
Audiovisual.

Pada sesi pertama mengulas Bandung-Beograd-Havana dalam Sejarah dan Perspektif Global yang disampaikan oleh Social Movement Activists dari University of Le Havre Normandy, Darwis Khudori.

Dilanjutkan dengan membahas pemimpin
dunia yang membahas terkait Konferensi
Bandung-Beograd-Havana.

Dimulai dengan pembahasan Jawaharlal Nehru yang diulas Rityusha Tiwary, Zhou Enlai yang diulas Shi Qing, Sukarno yang diulas Rieke Dyah Pitaloka, Gamal Abdel Nasser diulas Magda Refaa, Josip Broz Tito diulas Jovan Cavoski, dan Fidel Castro diulas Beatriz Bissio.

Sebagai informasi, perhelatan konferensi internasional ini menjadi bagian dalam peringatan 65 tahun Konferensi Asia Afrika di Bandung, 60 tahun KTT Nonblok di Beograd dan 55 tahun Konferensi Tiga Benua di Havana.

Konferensi ini pun menjadi ajang untuk
kembali merefleksikan dan membumikan nilai-nilai Bandung Spirit.

Leave a Comment