4 C
New York
28/11/2021
Aktual Nasional

Buya Gusrizal: Jadikan Saja Kemenag NU, Kami di Luar

Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Bahar (foto: dok MUI Sumbar)

Possore.com – Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas yang menyebut Kementerian Agama hanya milik orang NU, terus membuahkan kritik dan kecaman. Usai pimpinan PP Muhammadiyah, yang juga Wk Ketua MUI, Anwar Abbas, giliran Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar mengeluarkan uneg unegnya.

‘’Kalau hanya untuk NU, jadikan saja Kemenag NU, kami di luar !!!” Tulis Buya Gusrizal dengan lantang melalui laman facebook-nya yang dikutip Possore.com, Senin (25/10).

Ketua MUI Sumbar ini tegas menyatakan, bila pernyataan Yaqut diamini oleh NU, umat Islam di luar NU harus segera mengambil sikap karena kemerdekaan yang diperjuangkan seluruh umat bukanlah untuk menyerahkan kendali leher kita kepada sekelompok orang.

PBNU sendiri, melalui Sekjennya Helmy Faisal Zaini sudah membantah pernyataan Yaqult.

“Kemenag hadiah negara untuk semua agama, bukan hanya untuk NU atau hanya untuk umat Islam,” kata Helmy dalam keterangan tertulis, Minggu (24/10).

Pekan lalu, Menag menyatakan Kemenag merupakan hadiah spesifik untuk warga NU dan wajar jika warga NU memanfaatkan Kemenag.

“Pernyataan ini tentu sangat-sangat kita sayangkan, karena tidak menghargai kelompok dan elemen umat dan masyarakat lainnya,” tegas Anwar Abbas yang menyebut diri pengamat sosial, ekonomi dan keagamaan. (Baca juga: Selain Dungu, Pernyataan Menag Berpotensi… )

Meski begitu, Anwar Abbas yang juga Wk Ketua MUI Pusat dan Pimpinan PP Muhammadyah ini menilai, ada baiknya juga pernyataan bekas Ketua Umum GP Anshor itu akhirnya mengemuka ke publik. Sehingga, publik semakin tahu bahwa Kemenag RI semuanya dikuasai oleh orang NU.

“Apalagi kalau fakta dan fenomena ini kita kaitkan dengan pernyataan Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU, yang pernah menyatakan jabatan Kemenag kalau tidak dipegang oleh NU maka bakal salah semua,” tuturnya.

Cara berfikir dan cara pandang seperti itu, menurut Anwar Abbas, jika dikaitkan dengan masalah kebangsaan dan pengelolaan negara akan sangat naif dan tidak mencerminkan akal sehat.

‘’Tak perlu disurukkan lagi !’’ tulis Buya Gusrizal.

Dia mengemukakan, sudah menjadi rahasia umum selama ini bahwa untuk mengisi jabatan tertentu dalam berbagai posisi di Kemenag, haruslah dari orang-orang yang sesuai dengan pernyataan Yaqut tersebut.

Selama ini, banyak pihak merasa segan untuk menyebutkan perkara ini demi menjaga persatuan umat.

Sekarang, segala perasaan ketidaknyaman atas sikap dan perlakuan yang tertahan di dalam dada, seperti tak berguna lagi untuk disimpan walaupun demi kesatuan umat dan bangsa.

Karena apa yang dilontarkan oleh Yaqut dengan segala arogansi dan pemutarbalikan sejarah bangsa, telah menafikan peran umat dan mengumandangkan penjajahan sosial oleh sekelompok umat terhadap yang lain, tulisnya, seraya berharap NU sebagai organisasi tidak diam saja.

Dia mengaku mengenal banyak tokoh NU, dan tak terlintas di pikirannya bahwa mereka akan berpikiran sama dengan Yaqult.

Tapi kalau semua mereka bersikap diam, sangat disayangkan kalau kita harus berkata, “Ambillah kemenag itu oleh tuan-tuan tapi kami bukanlah budak yang bisa tuan-tuan kendalikan”. (lya)

Related posts

Industri Kehutanan Dukung Gerakan Menanam

Tety Polmasari

May Day Aman, Petanda Buruh Makin Matang Berdemokrasi

hasyim husein

Asyik Isap Sabu Pengedar Diamankan

Tety Polmasari

Leave a Comment