6.1 C
New York
29/11/2022
Aktual Gaya Hidup

Cegah Stunting, Danone Indonesia Perkuat Kolaborasi dan Inovasi

YOGYAKARTA (Pos Sore) — Danone Indonesia menggelar kegiatan “Perjalanan Aksi Bersama Cegah Stunting” bertajuk “Kolaborasi dan Inovasi Dukung Anak Indonesia Jadi Generasi Maju” pada 8-10 November 2022 di Wonosobo dan Yogyakarta.

Melalui kegiatan tersebut, Danone Indonesia ingin berbagi pengalaman praktik baik dalam upaya pencegahan stunting yang berfokus pada 3 pendekatan yaitu Pola Makan, Pola Asuh dan Sanitasi.

Dipilihnya Yogyakarta karena ada beberapa lokasi program yang dikunjungi. Ada pun program yang dimaksud yaitu Isi Piringku, Bunda Mengajar, dan WAS (Warung Anak Sehat).

Program-program tersebut dilakukan untuk menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat Yogyakarta yang tinggal di perkotaan.

Khususnya anak dan keluarga dalam menerapkan pola makan dengan gizi seimbang, pola asuh yang baik dan sanitasi yang sehat.

Sebab, masyarakat yang tinggal di perkotaan seperti di Yogyakarta, tidak sedikit yang belum memahami tentang pola asuh dan pola makan untuk anak yang baik dan tepat.

Program Bunda Mengajar yang diimplementasikan di Kelurahan Kelurahan Kricak, Yogyakarta berfokus pada tiga kegiatan yaitu edukasi, posyandu, dan urban farming.

Kegiatan program tersebut bertujuan menjawab berbagai faktor yang menjadi permasalahan pemenuhan gizi seimbang di perkotaan.

Caranya, melalui upaya edukasi dan pendampingan untuk meningkatkan kesehatan, pendidikan, dan sumber penghasilan masyarakat.

Adapun program Isi Piringku 4-6 tahun dilakukan di TK PKK Budi Rahayu di Kecamatan Mergangsan, Yogyakarta.

Program ini adalah bentuk dukungan nyata Danone Indonesia untuk pemerintah dalam menyosialisasikan panduan ‘Isi Piringku’ kepada para orang tua dan para guru pendidikan anak usia dini (PAUD).

Program tersebut bertujuan untuk membantu para orang tua dan guru membiasakan konsumsi makanan dengan gizi seimbang baik di rumah maupun sekolah.

Sedangkan, melalui program WAS (Water Access Sanitation and Hygiene) atau Akses Air Bersih dan Sanitasi Higiene dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Kotagede 3 Yogyakarta.

Program ini bertujuan untuk mengurangi angka malnutrisi pada anak-anak usia 5-12 tahun dan mengedukasi anak-anak dan para guru di sekolah, serta melatih para ibu kantin dalam membuat jajanan bernutrisi dan aman.

Selain kepada pelanggan, dengan memberikan produk yang berkualitas, Danone Indonesia juga sangat memperhatikan status gizi bagi keluarga karyawan, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK).

Ada berbagai inisiatif perusahaan untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan karyawan.

“Danone memberikan cuti melahirkan berbayar kepada karyawan wanita selama 6 bulan dan 10 hari bagi karyawan pria yang istrinya melahirkan sebagai bentuk dukungan pemberian ASI Eksklusif sejak 2016,” kata Medical & Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK.

Dia menambahkan, di berbagai kantor dan pabrik Danone juga tersedia ruang laktasi dan klinik kesehatan untuk memastikan kesejahteraan ibu dan karyawan yang menyusui.

Danone Indonesia juga memiliki “Healthitude Program” untuk memastikan setiap karyawan selalu berada dalam kondisi sehat dan tetap produktif.

Sementara itu, untuk memastikan karyawan dan keluarganya berada dalam status gizi yang baik, Danone Indonesia juga memiliki Program 1000 Pelangi, yaitu program pendampingan untuk karyawan danone di 1000 HPK.

Tidak hanya itu, Careline Danone SN Indonesia juga sudah dibekali Manajemen Laktasi dengan latar belakang pendidikan gizi, kebidanan, keperawatan, hingga kesehatan yang dapat diakses 24/7.

Inisiatif-inisiatif tersebut telah menunjukkan komitmen Danone Indonesia sebagai perusahaan yang ramah keluarga. Danone sendiri saat ini juga aktif dan menjadi anggota dari Asosiasi Pengusaha Sahabat Anak Indonesia (APSAI).

Selama lebih dari 68 tahun hadir dan menyediakan nutrisi untuk masyarakat Indonesia, Danone Indonesia melalui Nutricia dan Sarihusada berkomitmen untuk melakukan berbagai inovasi produk untuk menjawab kebutuhan gizi ibu hamil hingga anak-anak.

Upaya Danone Indonesia dalam mengembangkan inovasi produk nutrisi didukung oleh adanya R&I Center di pabrik Sarihusada Yogyakarta.

Hadir dalam kesempatan itu, ahli Gizi dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Sri Anna Marliyati.

Ia mengatakan, salah satu pendekatan dari sekian banyak pendekatan yang harus dilakukan secara bersamaan adalah pemberian nutrisi ibu dan anak yang seimbang di 1000 HPK.

Menurutnya, peran industri lainnya yang tidak kalah penting adalah edukasi terus menerus kepada masyarakat, terutama mengenai pola makan gizi seimbang, pola asuh yang baik dan sanitasi yang sehat.

“Karena itu, FEMA IPB sangat menyambut baik segala upaya kolaborasi dengan Danone Indonesia melalui program-program keberlanjutan seperti program Isi Piringku, sehingga dapat mendukung terciptanya generasi masa depan yang lebih maju,” katanya.

Lusiningsih, SE., M.Si., Kepala Bidang (Kabid) Perekonomian Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta mengatakan, pemerintah daerah tidak dapat bergerak sendiri untuk terus menekan angka stunting.

Walaupun Yogyakarta salah satu kota dengan angka prevalensi terendah di Indonesia, namun tetap harus melakukan upaya agar angka stunting tidak meningkat, bahkan bisa terus menurun.

Untuk itu, kolaborasi multipihak Pemerintah Kota Yogyakarta masih penting dilakukan, seperti upaya Danone Indonesia untuk bersama cegah stunting di wilayah ini.

Diharapkan lebih banyak pemangku kepentingan dan pelaku industri lainnya yang dapat terus aktif melakukan kemitraan yang strategis.

“Juga sinergis untuk mendukung Program Percepatan Penurunan Stunting dan mendukung terciptanya anak generasi maju di Indonesia,” katanya.

Bagaimanapun, penanganan stunting di Indonesia memerlukan koordinasi dan keterlibatan antar lima elemen yang disebut pentahelix yaitu pemerintah pusat dan daerah, akademisi atau perguruan tinggi, sektor swasta, masyarakat atau kelompok komunitas, dan media.

Leave a Comment