6.1 C
New York
29/11/2022
Aktual Ekonomi

Dukung dan Apresiasi Munas HIPKA KAHMI pada 6-7 Desember 2022, Menteri Parekraf: Mari Bersinergi Membangun Ekonomi Kerakyatan

(ki-ka) Ketua OC Munas HIPKA III Ahmad Muntaha, Menteri Sandiaga dan Ketua Umum HIPKA Tubagus Farich Nahril

.

JAKARTA (Pos Sore) — Panitia Munas Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA KAHMI) beraudensi dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, di ruang kerjanya, Senin 21 November 2022.

Hadir dalam audensi tersebut Tubagus Farich Nahril (Ketua Umum), Subabdryo (Wakil Ketua Umum), Muntaha (Wakil Sekjen), Nurhadi Anton (Bendahara Umum).

Selain itu, Ahmad Sari Alam (Wakil Bendahara), Anang Rahmat (Bendahara Panitia), Atok Ismail (Ketua Departemen) dan Rahman Alba (Pengurus Harian BPP).

Panitia melaporkan bahwa kegiatan MUNAS HIPKA berlangsung pada 6-7 Desember 2022 di The Sultan Hotel Jakarta. Dengan tema “Transformasi Bisnis Mempercepat Kebangkitan Ekonomi Nasional”

Besar harapan, Menteri Sandiaga berkenan untuk menutup kegiatan munas yang ke-3 itu. Terlebih dalam munas ini akan dihasilkan keputusan-keputusan penting terkait pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sekaligus bisa menjadi rekomendasi bagi pemerintah terkait kebijakan pembangunan ekonomi, termasuk pariwisata dan sektor kreatif di dalamnya.

Menteri Sandiaga yang menerima panitia Munas HIPPA KAHMI menyampaikan apresiasinya. Ia juga sangat mendukung kegiatan munas tersebut.

“Saya mengapresiasi dan mendukung dengan harapan ke depan HIPKA bisa bersinergi dengan pemerintah untuk membangun ekonomi kerakyatan,” kata Sandiaga memberikan arahan.

Ia pun berjanji akan hadir dalam penutupan Munas HIPKA untuk mengetahui hasil dari Munas sekaligus rekomendasi dari para pakar terkait pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia.

Ahmad Muntaha, Ketua OC dalam keterangan persnya, mengatakan Munas HIPKA III terdiri atas 3 agenda pokok. Yakni Persidangan Pleno dan Komisi Munas, Forum Bisnis serta Pameran dan Konsultasi Bisnis.

“Menariknya dalam Forum Bisnis ini nanti terdiri atas beberapa bidang mulai dari bidang kesehatan, bidang keuangan, bidang UMKM dan bidang energi & pangan,” kata Muntaha yang juga menjadi salah satu kandidat Calon Ketua Umum HIPKA KAHMI.

Ada beberapa narasumber yang sangat berkompeten dalam bidang akan hadir dalam forum bisnis tersebut. Di antaranya Ketua Umum GP Farmasi Tirto Koesnadi, Direktur Utama PT Kimia Farma David Utama.

Selain itu, CEO RS Permata dr Alfiben, Komisaris Bio Farma Tanri Abeng, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Direktur Utama BSI Harry Gunardi, Direktur Bank Muamalat Achmad Permana, dan lainnya.

Pada hari kedua, sejumlah menteri juga dijadwalkan hadir sebagai narasumber seperti Menteri BMUN Erick Tohir, Menteri Investasi Bahlil Lahadida, Menkop UMKM Teten Masduki, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, dan lainnya.

Munas HIPKA, jelas Muntaha, adalah momen penting bagi pengusaha yang bergabung dalam organisasi HIPKA. Selain mengevaluasi kegiatan yang sudah dijalankan oleh pengurus lama, juga membedah kembali strategi organisasi ke depan dengan hadirnya regenerasi kepengurusan.

“Terpenting adalah Munas menjadi ajang temu bisnis para pelaku usaha HIPKA yang sudah terbentuk di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran HIPKA KAHMI akan sangat penting untuk memberikan kontribusi bagi bangkitnya ekonomi pasca pandemi.

Bagi pelaku usaha yang tentu terpengaruh oleh pandemi selama dua tahun ini, perlu didorong untuk melakukan perubahan-perubahan arah dan strategi bisnis yang tepat.

Tentunya agar bisa bangkit dan beradaptasi dengan era baru. Dengan kata lain melakukan suatu aksi korporasi yakni transformasi bisnis usahanya supaya semakin baik kinerjanya ke depan.

“Suasana bisnis yang hampir menjadi krisis baru, terlebih bidang pangan dan energi serta bidang lainnya terkait mikro ekonomi di Indonesia, maka beberapa usaha mengalami penurunan dalam revenue-nya,” sebutnya.

Meski demikian, lanjut Muntaha, saat ini muncul berbagai peluang dan harapan dengan adanya sektor-sektor bisnis yang justru membaik seperti sektor medis dan kesehatan, perdagangan online atau e-commerce.

Termasuk juga sektor fast moving consumer goods (FMGC) seperti obat-obatan, barang elektronik, makanan dan minuman kemasan dan supply pangan.

Leave a Comment