6.1 C
New York
29/11/2022
Aktual Kesra

Fikri Faqih: Perlu Grand Design Pendidikan Nasional

JAKARTA (Pos Sore)– Dua siswa yang bertarung di Kabupaten Bogor dan Bandung beberapa hari lalu dan berujung kematian membuktikan bahwa pendidikan karakter di Indonesia belum memiliki grand design memadai.

Penilaian tersebut dikatakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Fikri Faqih melalui WhatsApp (WA) yang diterima Pos Sore.com, Rabu (29/11).

“Karena itu, ke depan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) perlu grand design pendidikan yang memadai sehingga kejadian serupa tidak terulang.”

Wakil rakyat Dapil Jawa Tengah yang membidangi pendidikan, pemuda dan olah raga itu prihatin dengan peristiwa yang merengut nyawa anak bangsa tersebut. Itu adalah cermin dari hasil pendidikan di negara ini yakni berperilaku kriminal dan perbuatan yang sangat tidak terpuji.

“Jangan-jangan mereka itu tidak sadar bahwa budaya tersebut bukanlah perbuatan terpuji, bukan karakter siswa sebagai seorang calon generasi penerus bangsa yang kita inginkan,” sesal Fikri Faqih.

Menurut politisi ini, pendidikan karakter yang gencar digalakkan pemerintah melalui Kementrian belum diiringi dengan diskusi mengenai konten program pendidikan karakter, termasuk dalam hal tujuan atau target karakter siswa yang ingin diwujudkan.

Fikri Faqih yang sebelum menjadi wakil rakyat juga beprofesi sebagai pendidik, menyayangkan komentar sebagian pihak dengan mengkambinghitamkam guru atas kejadian tersebut.

Padahal, kata anggota legislatif yang cukup lama berkecimpung dalam dunia pendidikan tersebut, problem kolektif guru selama ini baik dalam hal mutu maupun kesejahteraan seperti tidak pernah serius diselesaikan pemerintah.

“Padahal, guru adalah elemen yang sangat vital dalam dunia pendidikan. Bahkan ada yang menyebut bahwa guru itu, ya kurikulum yang sesungguhnya dalam dunia mencetak anak bangsa.”

Karena itu, ‘gladiator’ seperti yang terjadi di Bandung dan Bogor harus segera diselesaikan secara menyeluruh sesuai hukum dan perundangan yang berlaku. “Tidak hanya KUHP saja, tetapi juga ada UU Sisdiknas dan UU Perlindungan Anak.”

Dia berharap, kasus ini menjadi momentum khusunya buat Kemendikbud untuk berembuk serius mengenai Rencana Induk (grand design) beserta peta jalan (roadmap) Pendidikan Indonesia dengan segala kelengkapannya, termasuk model pendidikan karakter yang dibutuhkan. (decha)

Leave a Comment