4 C
New York
28/11/2021
Aktual Internasional Pendidikan

FT Unibraw Raih Beasiswa StuNed Bidang Pengkajian Risiko Banjir

JAKARTA (Pos Sore) — Fakultas Teknik Universitas Brawijaya meraih beasiswa StuNed untuk pelatihan berjudul ’Managing Coastal and Pluvial Flood Risk in the Cities’, yang diselenggarakan oleh UNESCO-IHE Institute for Water Education (IHE).

Pembukaan resmi pelatihan oleh Ishardita Pambudi Tama, Wakil Dekan Fakultas Teknik, Senin (15/11/2021). Turut dihadiri oleh Peter van Tuijl, Direktur Nuffic Neso Indonesia sebagai pengelola beasiswa StuNed, dan Prof. Chris Zevenbergen dari IHE, secara daring.

Banjir berulang masih menjadi masalah yang sulit ditangani di banyak daerah di Indonesia, dengan tingkat risiko yang berbeda. Kurangnya data yang menyeluruh mengakibatkan lemahnya perencanaan perlindungan wilayah dari banjir, baik banjir akibat air pasang di pesisir maupun akibat curah hujan ekstrim.

Ishardita Pambudi Tama

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dosen Universitas Brawiijaya beserta mitra kami, dalam pengkajian risiko bencana banjir. Diharapkan hasil kajian ini dapat mengurangi kerugian yang ditimbulkannya,” kata Ishardita Pambudi Tama.

Pelatihan terbagi atas tiga tahapan, dimulai dengan penjabaran prinsip, teori dan praktik penilaian serta adaptasi risiko banjir di bulan November, kemudian dilanjutkan lima bulan studi kasus di daerah aliran sungai (DAS) Kemuning dan DAS Rejoso Pasuruan. Pada Mei 2022 akan dilakukan lokakarya tentang penyempurnaan dan finalisasi aplikasi studi kasus.

Chris Zevenbergen

Pengkajian masalah banjir ini bekerja sama dengan berbagai pihak. Ditunjukkan dengan keikutsertaan staf Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, staf Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Pemprov Jatim, serta staf BUMN Jasa Tirta sebagai peserta pelatihan, yang nantinya akan sama-sama bekerja menyusun rencana pengelolaan risiko banjir.

IHE yang berkampus di kota Delft Belanda, adalah lembaga internasional untuk pendidikan sektor perairan terbesar di dunia. Kampus ini menjadi satu-satunya lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Ini bukan pertama kalinya IHE bekerja sama di Indonesia untuk peningkatan kapasitas di bidang pengelolaan perairan, dan akan terus dikembangkan,” kata Chris Zevenbergen.

Peter van Tuijl

Peter van Tuijl mengatakan, Belanda telah menerapkan pengelolaan air yang mumpuni, bahkan termasuk yang terbaik di dunia. Di pelatihan ini pemerintah Belanda mendukung pengembangan keilmuan pengelolaan air di Jawa Timur, yang sebelumnya sudah bekerja sama dengan Jakarta dan Semarang.

“Tidak hanya dalam bentuk pelatihan, pemerintah Belanda juga bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Dana Pendidikan untuk menyediakan beasiswa program master di bidang pengelolaan perairan,” katanya. (tety)

Related posts

Demokrat Minta Jokowi Bentuk Satgas Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Ramli Amin

Partai Demokrat Mengalami Langkah Mundur

Tety Polmasari

Ketahanan Pangan Nasional Terancam

Tety Polmasari

Leave a Comment