6.1 C
New York
29/11/2022
Aktual

Oknum LSM Peras Pedagang Diamankan Polisi

BEKASI (Pos Sore) – Dituduh melakukan pemerasan terhadap pedagang klontong oknum anggota lembaga swadaya masyarakat (LSM) diamankan tim Buser Polsek Bantargebang, Polres Metro Bekasi Kota, di Kampung Ciketingudik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, kemarin.

“Kami mengamankan satu dari tiga pelaku yang sering melakukan pemerasan terhadap pedagang kelontong,” ujar Kapolsek Bantargebang, Kompol Siswo, kemarin.

Dijelaskannya, pedagang warung kelontong, Asep Mustofa, 50, kerap kali disatroni pemuda yang mengaku sebagai anggota LSM. Bahkan, pria berinisial AK, 38 ini melakukan pemerasan terhadap para pedagang hingga mencapai jutaan rupiah.

“Kami melakukan pengejaran terhadap dua teman AK berinsial F dan S yang mengaku sebagai wartawan mingguan,” ungkapnya.

Dari tersangka AK, polisi menyita barang bukti uang Rp 2 juta. Terbongkarnya kasus tersebut, saat ketiga tersangka menyatroni warung Asep, Minggu (19/11) siang. Ketiganya menakut-nakuti pemilik warung dengan ancaman Pasal 55 pada UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas, karena menyimpan tabung gas elpiji bersubsidi 3 kilogram di rumahnya.

Takut dilaporkan ke polisi, para tersangka meminta korban untuk menempuh jalur damai dan diminta memberikan sejumlah uang kepada para tersangka. “Awalnya dimintai uang sebesar Rp 10 juta, namun hanya disanggupi Rp 5 juta dan dibayar secara mencicil,” ucapnya.

Korban berusaha negosiasi dan hanya mampu memberi uang Rp 300.000. Sedangkan kekurangannya akan dibayarkan hari berikutnya. Asep rupanya tidak sepenuhnya mengikuti kemauan pelaku. Ia melapor ke Mapolsek Bantargebang untuk mendapat perlindungan hukum.

Atas laporan tersebut, polisi meminta Asep untuk menuruti perjanjian itu, menjebak para tersangka. ‎Saat terjadi pertemuan yang telah ditetapkan, dua tersangka F dan S tidak datang. Hanya AK saja yang datang ke rumah korban. Saat uang berpindah tangan ke pelaku, polisi melakukan penangkapan. ‎

Tersangka tersangka mengaku pemerasan ini aksi yang kedua. Sebelumnya pernah memeras warga lainnya dan mematok uang damai sebesar Rp 10 juta.

Terhadap tersangka, polisi menjerat dengan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dengan hukuman sembilan tahun penjara. Kapolsek mengimbau kepada masyarakat untuk tidak perlu takut melaporkan kasus serupa kepada Polsek ‎terdekat. (marolop)

Leave a Comment