6.1 C
New York
29/11/2022
Aktual Internasional

Pesawat Pembom B-17 Flying Fortress dan Bell P-63 Kingcobra Tabrakan di Langit Texas AS

POS SORE – Ini memang jarang terjadi tetapi inilah kenyataannya, dua pesawat bertabrakan di udara saat berlangsungnya atraksi peringatan Perang Dunia II di Dalas, Texas, Amerika Serikat pada Sabtu (12/11) waktu setempat.

Menurut pejabat federal setempat seperti dilansir Reuters pesawat pengebom Boeing B-17 Flying Fortress dan pesawat tempur Bell P-63 Kingcobra bertabrakan dan jatuh selama pertunjukan Wings Over Dallas di Bandara Eksekutif Dallas.

Lembaga Penerbangan Federal (FAA) menyebutkan peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu 12 ovember 2022 pukul 1.20 siang waktu setempat.

Tim cepat tanggap langsung menangani insiden tersebut, kata petugas bandara melalui Twitter mereka. Atraksi itu digambarkan sebagai pertunjukan udara Perang Dunia II perdana di negara bagian tersebut.

Belum diketahui pasti jumlah orang yang berada di kedua pesawat tersebut, kata FAA. Cuplikan video yang beredar di media sosial memperlihatkan dua pesawat bertabrakan dan langsung jatuh sehingga menyebabkan pesawat tersebut terbakar.

FAA dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) telah melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.

Tabrakan dua pesawat di udara kali ini memang bukan pertama kalinya, menurut catatan yang ada pada 1 Oktober 1910, di Milan, Italia, René Thomas, sebuah monoplane Antoinette dari Prancis menabrak bagian belakang pesawat bersayap ganda Farman yang dipiloti pilot Bertram Dickson asal Inggris.

Popular Mechanics, menyebutkan tabrakan tersebut menjatuhkan kedua pesawat, dan masing-masing pilot menderita luka parah.

Dua tahun kemudian, terjadi kecelakaan fatal di La Brayelle Aerodrome di Douai, Prancis, yang melibatkan dua pilot Angkatan Darat Prancis, Letnan Albert Peignan dan Kapten Marcel Dubois. Kedua laki-laki itu tewas dalam insiden tersebut.

Tabrakan pesawat lain terpadi pada Mei 1935, sebuah Tupolev ANT-20 bertabrakan dengan VVS Polikarpov I-5 di langit Moskow, yang menewaskan 45 orang. Tabrakan pesawat ini terjadi saat Tupolev ANT-20 “Maxim Gorkey” lepas landas untuk terbang melintasi Moskow.

Saat bersaamaan pesawat tempur VVS Polikarpov I-5 melewati rute yang sama. Pilot pesawat tempur ini sempat melakukan manuver melingkar di sekitar Tupolev, tapi gagal dan tabrakan tak bisa dihindarkan.

Tiga tahun kemudian, penerbangan Japan Airlines Transportation dan pesawat Japanese Flying School bertabrakan di langit Omori, Tokyo. Tujuh orang di kedua pesawat tewas. Rahnya lagi puing-puing pesawat yang terbakar tersebut jatuh ke pengecoran besi, yang memicu kebakaran. Setidaknya, 53 orang di darat tewas.

Kemudian 30 Juni 1956, penerbangan United Airlines (UA) 718 juga mengalami tabrakan langsung dengan penerbangan Trans World Airlines (TWA) 2 di atas Grand Canyon.

Tabrakan ini menjadi salah satu bencana penerbangan komersial terbesar dalam sejarah Amerika, karena menewaskan 128 penumpang dan awak pesawat.

Menurut Laporan Investigasi Kecelakaan dari Badan Penerbangan Sipil, kedua pesawat berangkat dari Bandara Internasional Los Angeles dengan jarak tiga menit saja.

Kecelakaan ini terjadi akibat turbulensi yang mendorong penerbangan pada ketinggian yang sama dan awan tebal semakin memerkeruh keadaan hingga terjadi tabrakan di atas udara.

Kasus lain terjadi di atas Ankara, Turki, pada Jumat, 1 Februari 1963, yang melibatkan penerbangan Middle East Airlines (MEA) 265 dan Douglas C-47 Angkatan Udara Turki. Pesawat C-47 sedang dalam penerbangan pelatihan selama satu setengah jam.

Setelah menyelesaikan manuver, pilot kembali ke bandara. Namun hidung pesawat dan sayap kanan MEA 265 menabrak area pintu C-47. Salanjutnya baling-baling MEA 265 menabrak salah satu stabilisator horizontal C-47.

C-47 menukik ke tanah. MEA 265 terbang dalam jarak pendek sebelum akhirnya jatuh. Tabrakan tersebut menghasilkan puing-puing yang menghujani kota Ankara, menewaskan 104 penumpang dan awak pesawat. Selain penumpang dua pesawat 87 orang tewas di tanah.

Kasus-kasus tersebut hanya sebagian dari kasus kecelakaan pesawar dengan cara tabrakan di udara. Konon sedikitnya ada 13 kecelakaan tabrakan pesawat yang rata-rata membawa korban cukup mengerikan. (aryo)

 

Leave a Comment