6.1 C
New York
29/11/2022
Aktual Internasional Kesra

Post Summit Women20, Ketua Umum Kowani Berharap Presidensi India Lanjutkan Isu Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender

NUSA DUA (Pos Sore) — Post Summit Women20 (W20) pada 13-14 November 2022, di Nusa Dua, Bali, menandai berakhirnya tongkat kepemimpinan W20 Indonesia pada tahun ini, sesuai dengan berakhirnya Kepresidenan Indonesia di forum G20.

Selanjutnya India yang akan memimpin G20 pada 2023. Itu berarti, India juga akan memimpin W20 di sepanjang tahun depan.

W20 merupakan Engagement Group G20 yang membentuk jaringan pemberdayaan perempuan untuk mendorong pengadopsian komitmen G20 dalam isu perempuan.

Karena itu, W20 Presidensi Indonesia juga berharap empat isu utama terkait pemberdayaan perempuan yang telah ditetapkan selama presidensi Indonesia, dapat dilanjutkan pada W20 Presidensi India di tahun depan.

Adapun isu perempuan yang dimaksud yaitu menolak diskriminasi dan mendorong kesetaraan gender, UMKM yang dimiliki dan dipimpin oleh perempuan, Respon kesehatan yang mengutamakan kesetaraan gender, serta perempuan pedesaan dan perempuan penyandang disabilitas.

Tujuan utama W20 adalah untuk mempromosikan pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai bagian integral dari proses G20.

Pemberdayaan ekonomi perempuan sangat mendasar bagi dunia dan penting untuk pertumbuhan ekonomi, ekonomi yang stabil dan pembangunan sosial.

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) yang sekaligus Head of Delegation of Indonesia, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo M.Pd menyampai rasa terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas perhelatan event W20 Post – Summit meeting tersebut.

“Saya menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, baik kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan dan bantuan yang tidak ternilai pada W20 plenaries, side events, dan summit,” kata Giwo.

Tidak lupa, Giwo juga mengucapkan terima kasih kepada Handriani Uli Silalahi, S.E., M.Si selaku Chair W20 dan Dian Siswarini selaku Co-Chair W20 yang telah sukses memimpin W20 ini dengan sangat baik.

Tentu juga kepada Kowani dan seluruh organisasi perempuan yang telah menyelenggarakan banyak sekali webinar dan acara terkait 5 masalah prioritas untuk mendukung W20.

Giwo juga menyampaikan rasa terima kasih untuk seluruh delegasi dari negara-negara G20 yang telah memberikan kontribusi yang berdampak besar pada proses komunike.

“Saya ucapkan juga rasa terima kasih kepada semua mitra dan pembicara pada acara W20 sekaligus kepada Panitia W20 Indonesia baik dari Kowani maupun XL yang telah bekerja tanpa lelah,” lanjutnya.

Giwo menyampaikan, Kowani sebagai organisasi federasi perempuan tertua dan terbesar di Indonesia dengan 102 anggota organisasi dan 90 juta anggota perempuan Indonesia beserta seluruh stakeholder berkomitmen untuk menerapkan TOBA TRACK (action plan berkelanjutan untuk seluruh rekomendasi).

Terutama berfokus pada isu-isu prioritas Perempuan Pedesaan dan Perempuan Penyandang Disabilitas yang dimulai dari Kepresidenan Indonesia.

“Sebagai negara berkembang pertama yang memegang kursi kepresidenan, tentu isu-isu ini sangat penting, dengan harapan isu tersebut dapat terus disorot dalam kepresidenan mendatang,” ujarnya.

Kepada pemerintah India, Giwo berharap di tangan India W20 akan terus dipimpin oleh organisasi perempuan yang mampu menjangkau sampai ke tingkat akar rumput.

“Karena kolaborasi di antara perempuan merupakan kunci kesuksesan. Tentunya Kowani juga menantikan kolaborasi lagi di masa mendatang,” pesannya.

Penghargaan khusus juga diberikan kepada Organon karena berdiri bersinergi bersama Kowani dengan keyakinan bahwa W20 ini sangat penting.

Giwo berpendapat dukungan berkelanjutan dari semua pemangku kepentingan baik dari sektor publik maupun swasta juga sangat penting dalam memastikan keberhasilan implementasi komunike W20 ini.

Harapannya, kemajuan yang telah dicapai selama Presidensi W20 Indonesia akan mendorong tindakan nyata dalam mewujudkan kesetaraan gender.

Khususnya perempuan di bidang ekonomi yang mampu memberikan kontribusi pada upaya pemerintah dunia untuk mencapai stabilitas ekonomi, pertumbuhan berkelanjutan dan mengurangi risiko dan krisis global di masa depan di semua negara G20.

Seperti yang dikatakan Barack Obama, “Penilai terbaik apakah suatu negara akan berkembang adalah bagaimana memperlakukan wanitanya”.

Chair W20 Indonesia, Hadriani Uli Silalahi, menyampaikan, untuk benar-benar mencapai kesetaraan gender, W20 perlu menekankan pentingnya akuntabilitas.

“Untuk itu, fokus G20 terhadap kesetaraan gender perlu terus dipantau dan dievaluasi secara berkala,” katanya dalam kesempatan yang sama.

W20 Indonesia pun secara konsisten terus menyerukan kepada pemimpin G20 untuk mengeluarkan deklarasi yang berfokus terhadap pentingnya kesetaraan gender.

Uli menambahkan, pada pertemuan terakhir W20 ini, Indonesia juga memastikan terlaksananya empat agenda utama.

Pertama, mendelegasikan peran W20 kepada masyarakat luas agar dapat berkontribusi pada lingkungan sekitarnya.

Kedua, memastikan Komunike W20 disampaikan dengan baik kepada pemimpin G20.

Ketiga, menyosialisasikan rekomendasi W20 kepada pemimpin G20, sherpa, organisasi wanita, akademisi, pemangku kepentingan, dan publik sebagai fokus utama pada pemberdayaan perempuan.

Keempat, pelaporan dan proses serah terima dari komite W20 Indonesia kepada delegasi W20 India.

“W20 menjadi working group dan engagement group pertama dari G20 presidensi Indonesia yang telah menyelesaikan post summit dengan hasil yang baik,” ujarnya.

Pencapaian ini, kata Uli, sekaligus menunjukkan W20 presidensi Indonesia sebagai working group maupun engagement group terbaik dan terlengkap dalam menghasilkan komunike dan menyelesaikan seluruh rangkaian pertemuan sejak dimulai pada Desember 2021.

Dalam kesimpulan hasil post summit, Co-Chair W20 Indonesia, Dian Siswarini, berharap acara post summit ini akan terus memperkuat rekomendasi dan didengar oleh para pemimpin dunia dan menjadi bagian dari diskusi KTT G20 mendatang.

Leave a Comment