1.3 C
New York
17/01/2022
Aktual

Tuntaskan Insiden Pembakaran Masjid dan Penembakan di Tolikara

JAYAPURA (Pos Sore) — Anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Papua, Edison Lambe, mendesak aparat kepolisian untuk segera menuntaskan insiden pembakaran masjid di Karubaga, Tolikara, Papua  dan penembakan terhadap pemuda Tolikara yang tergabung dalam Orghanisasi Pemuda GIDI Tolikara.

Ketika meninjau lokasi pertikaian di Tolikara, Edison yang didamping Pangdam XVII Cenderawasih dan Bupati Tolikara Usman G Wanimbo itu menyampaikan keprihatinannya atas peristowa tersebut termasuk jatuhnya korban penembakan kepada beberapa pemuda Tolikara oleh aparat keamanan ketika terjadi insiden tersebut.

“Saya meminta kepada tenaga medis RSUD Dok 2 Jayapura untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi keluarga korban, serta meminta kepada aparat kepolisian untuk menindak tegas oknum yang melakukan penembakan tersebut. Juga kepada Pemerintah Pusat untuk menyikapi masalah ini dengan serius, terutama melihat kondisi korban dan jangan sampai peristiwa ini terulang kembali.”

Dari hasil investigasi di lapangan bersama DPRD Tolikara dan Pemda Tolikara, Edison mengatakan sebetulnya peristiwa ini tidak perlu terjadi bila sejak awal dilakukan koordinasi antara aparat keamanan dengan masyarakat. Karena sebelum terjadi insiden itu, sudah ada pemberitahuan ke Polres Tolikara bahwa Pemuda GIDI pada hari yang sama juga melaksanakan kegiatan Seminar Injil Internasional yang berdekatan dengan lokasi Solat Ied dan diharapkan tidak menggunakan pengeras suara/Toa.

Melihat korban penembakan dari pihak pemuda GIDI, Edison mendesak aparat keamanan dan pemerintah pusat, juga melihat persoalan ini dari sisi jatihnya korban akibat penembakan aparat keamanan.

“Saya hanya pertanyakan kepada aparat TNI/Polri, bahwa dalam situasi seperti apakah bisa mengeluarkan penembakan yang mengarah kepada masyarakat?”

Ketua DPRD Tolikara, Endiles Kogoya, secara singkat menyatakan, pihaknya segera membentuk Pansus untuk mengecek kebenaran kejadian yang terjadi, guna dalam masa ke depannya ada kebenaran terungkap. Dan untuk tahap awal melakukan kunjungan untuk melihat kondisi korban baik yang di rawat di RSUD Wamena maupun yang di RSUD Dok 2 Jayapura.

Mewakili keluarga korban tewas, Pius Tabo, menyatakan penyesalannya atas terjadinya penembakan itu. Demi adanya keadilan bagi keluarga korban, dan pengungkapan kejadian itu harus transparan. Karena jika tidak ada transparansi, hal itu akan menjadi dendam secara turun temurun.

“Jangan sampai masyarakat menganggap aparat TNI/Polri itu sebagai musuh, maka kami harapkan kasus ini terungkap secara terbuka dan pelaku diadili sesuai perbuatannya, supaya keadaan bisa damai. Kios terbakar dulu, baru kobaran api merembes ke Mushola dan rumah warga lainnya,” imbuhnya. (hasyim Nls)

Leave a Comment